Table of Contents

Spesifikasi Lampu PJU Tenaga Surya 3 in 1 Standar Dinas Perhubungan

Spesifikasi lampu PJU tenaga surya 3 in 1 standar Dinas Perhubungan perlu dipahami oleh kontraktor, penyedia barang, konsultan perencana, dan instansi pemerintah sebelum melakukan pengadaan Alat Penerangan Jalan atau APJ tenaga surya. Dalam proyek pemerintah, spesifikasi PJU tidak cukup hanya melihat daya lampu dan kapasitas panel surya. Setiap komponen harus memenuhi standar teknis, sertifikat uji, ketahanan lingkungan, umur teknis, serta dokumen pendukung seperti sertifikat merek, ISO, SNI, IP rating, dan TKDN jika dipersyaratkan.

Berdasarkan dokumen KAK/Spesifikasi Teknis, sistem APJ tenaga surya mencakup beberapa komponen utama, yaitu luminer LED, panel surya, baterai LiFePO4, solar charge controller, tiang utama oktagonal, pondasi, kabel, pembumian, dan aksesoris pemasangan. Untuk kebutuhan proyek Dinas Perhubungan, komponen tersebut harus mendukung keselamatan jalan, efisiensi energi, dan daya tahan operasional di lapangan.

Artikel ini membahas spesifikasi utama lampu PJU LED, panel surya, baterai LiFePO4, dan tiang PJU oktagonal, termasuk penjelasan komponen mana yang menggunakan TKDN dan mana yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam dokumen teknis. Dengan memahami standar ini, penyedia dapat menyiapkan paket lampu jalan tenaga surya yang lebih sesuai untuk jalan nasional, jalan daerah, simpang, jembatan, area strategis, dan titik rawan kecelakaan.

Mengapa Spesifikasi PJU Tenaga Surya Standar Dinas Perhubungan Harus Detail?

Mengapa PJU pemerintah tidak boleh hanya melihat harga?

PJU tenaga surya untuk proyek pemerintah tidak boleh dipilih hanya berdasarkan harga murah. Alat Penerangan Jalan digunakan untuk mendukung keselamatan lalu lintas, keamanan lingkungan, dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari. Jika kualitas komponen tidak sesuai, risiko yang muncul bukan hanya lampu cepat rusak, tetapi juga pencahayaan kurang merata, baterai cepat drop, panel tidak optimal, atau tiang tidak kuat terhadap kondisi lapangan.

Dalam pengadaan APJ tenaga surya, spesifikasi harus mendukung kinerja penerangan malam hari. Lampu PJU LED harus memiliki efikasi cahaya yang baik, umur operasi jelas, distribusi cahaya terukur, dan rumah lampu tahan terhadap debu, hujan, korosi, getaran, serta benturan. Panel surya harus mampu mengisi baterai pada siang hari, sementara baterai LiFePO4 harus mampu menyimpan energi untuk kebutuhan malam.

Komponen PJU juga bekerja di luar ruangan selama bertahun-tahun. Karena itu, material harus tahan panas, hujan, angin, korosi, dan perubahan suhu. Tiang PJU oktagonal harus kuat, menggunakan pelapisan hot dip galvanized, serta didukung pondasi yang sesuai. Jika spesifikasi tiang, pondasi, dan sambungan tidak diperhatikan, risiko teknis di lapangan bisa meningkat.

Pengadaan pemerintah juga membutuhkan bukti sertifikat dan dokumen teknis. Penyedia tidak cukup hanya menyampaikan brosur produk. Beberapa dokumen penting yang biasanya perlu disiapkan meliputi sertifikat merek, sertifikat ISO, hasil uji SNI, IP rating, data fotometri, uji EMC, sertifikat IK rating, uji getaran, dokumen panel surya, dokumen baterai, serta bukti TKDN untuk komponen yang dipersyaratkan.

Harga murah tanpa standar bisa berdampak pada umur pakai dan kualitas penerangan. Pada akhirnya, biaya perawatan bisa menjadi lebih besar karena lampu lebih sering mati, baterai cepat rusak, atau sistem tidak bekerja sesuai kebutuhan otonomi. Dalam proyek PJU pemerintah, kualitas teknis seharusnya menjadi dasar utama sebelum membandingkan harga.

Seorang praktisi penerangan jalan menyampaikan, “Dalam proyek PJU tenaga surya standar pemerintah, spesifikasi tidak boleh hanya dilihat dari watt lampu atau kapasitas panel. Komponen seperti luminer, baterai, controller, panel surya, tiang, pondasi, dan dokumen sertifikasi harus dibaca sebagai satu sistem agar hasil pemasangan aman, tahan lama, dan sesuai standar pengadaan.”

Apa tujuan APJ tenaga surya menurut kebutuhan proyek?

APJ tenaga surya memiliki tujuan utama untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Penerangan yang baik membantu pengendara melihat kondisi jalan, marka, persimpangan, tikungan, pejalan kaki, dan potensi hambatan pada malam hari. Di lokasi strategis seperti jalan nasional, jalan daerah, jembatan, simpang, kawasan permukiman, dan titik rawan kecelakaan, keberadaan lampu jalan tenaga surya dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.

Selain keselamatan, APJ tenaga surya juga mendukung efisiensi energi karena tidak memakai listrik PLN langsung. Sistem ini memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi, baterai sebagai penyimpanan, dan controller sebagai pengatur pengisian serta pemakaian energi. Dengan sistem off-grid, lampu dapat menyala mandiri tanpa biaya listrik bulanan dari jaringan PLN.

Tujuan lain dari penggunaan PJU solar cell standar Dishub adalah mendukung pemanfaatan energi terbarukan. Panel surya membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendukung program pembangunan berkelanjutan. Untuk daerah yang sulit menarik kabel listrik, lampu PJU tenaga surya menjadi solusi praktis karena tidak membutuhkan jaringan kabel panjang.

APJ tenaga surya juga cocok untuk berbagai lokasi, seperti:

  • Jalan nasional dan jalan provinsi.
  • Jalan kabupaten dan jalan desa.
  • Simpang jalan dan tikungan tajam.
  • Jembatan dan akses publik.
  • Area strategis dengan aktivitas malam.
  • Titik rawan kecelakaan.
  • Kawasan permukiman dan fasilitas umum.
  • Wilayah dengan keterbatasan pasokan listrik.

Dengan tujuan tersebut, spesifikasi APJ tenaga surya harus dirancang sebagai sistem lengkap. Lampu, panel, baterai, controller, tiang, pondasi, kabel, dan pembumian harus saling mendukung agar sistem bekerja stabil.

Apa Komponen Utama Lampu PJU Tenaga Surya 3 in 1?

Apa saja bagian utama sistem PJU tenaga surya?

Lampu PJU tenaga surya 3 in 1 bukan hanya terdiri dari satu lampu. Sistem ini adalah kombinasi beberapa komponen yang saling terhubung. Jika salah satu komponen tidak sesuai, performa sistem bisa menurun. Misalnya, panel terlalu kecil membuat baterai sulit penuh. Baterai terlalu kecil membuat lampu cepat mati. Controller yang tidak tepat dapat mengganggu pengisian dan proteksi baterai.

Bagian utama sistem PJU tenaga surya meliputi:

  • Lampu PJU LED atau luminer.
  • Panel surya monocrystalline.
  • Baterai LiFePO4.
  • Solar charge controller.
  • Driver LED.
  • Tiang PJU oktagonal.
  • Bracket panel surya.
  • Lengan luminer.
  • Kabel instalasi internal.
  • Sistem pembumian.
  • Pondasi beton.
  • Tiang pengaman.
  • Smart system jika digunakan.

Luminer LED berfungsi sebagai sumber cahaya utama. Dalam standar proyek pemerintah, luminer biasanya harus memiliki efikasi minimal, IP rating, IK rating, standar SNI IEC, data fotometri, dan umur operasi yang jelas. Panel surya berfungsi menghasilkan energi listrik dari matahari. Baterai LiFePO4 menyimpan energi untuk malam hari. Solar charge controller mengatur arus dari panel ke baterai dan dari baterai ke beban lampu.

READ  Lampu pju tenaga surya terbaik

Tiang PJU oktagonal berfungsi sebagai struktur utama. Tiang harus kuat, stabil, tahan korosi, dan mampu menopang luminer serta panel surya. Pondasi beton menjaga tiang tetap kokoh, sedangkan pembumian membantu meningkatkan keamanan instalasi listrik DC. Jika menggunakan smart system, sistem dapat ditambahkan perangkat monitoring atau pengaturan lampu jarak jauh.

Mengapa disebut sistem 3 in 1?

Dalam praktik pemasaran, istilah 3 in 1 sering merujuk pada sistem PJU tenaga surya yang mengintegrasikan lampu LED, baterai, dan controller dalam satu sistem kerja. Konsep ini berbeda dengan PJU konvensional yang membutuhkan suplai listrik langsung dari jaringan PLN. Pada sistem PJU solar cell, energi dikumpulkan oleh panel surya, disimpan dalam baterai, lalu digunakan untuk menyalakan luminer LED melalui controller dan driver.

Namun, untuk proyek pemerintah, istilah 3 in 1 harus tetap dijelaskan secara teknis. Jangan sampai istilah ini membuat pengguna mengabaikan komponen lain yang tidak kalah penting. Panel surya tetap menjadi sumber energi utama. Tiang dan pondasi tetap menjadi struktur pendukung wajib. Kabel, bracket, lengan luminer, pembumian, dan dokumen sertifikasi tetap harus diperhatikan.

Pada standar Dinas Perhubungan, istilah 3 in 1 tidak boleh hanya dipahami sebagai produk ringkas. Sistem tetap harus memenuhi persyaratan teknis, termasuk ketahanan outdoor, umur teknis, IP rating, uji laboratorium, dan sertifikat yang diminta. Yang paling penting, komponen TKDN juga harus dibedakan dengan jelas. Berdasarkan data teknis, luminer atau lampu PJU LED menjadi komponen yang secara eksplisit dipersyaratkan memiliki TKDN ditambah BMP minimal 40%. Sementara panel surya, baterai LiFePO4, controller, dan tiang lebih ditekankan pada standar teknis, hasil uji, IP rating, umur teknis, dan garansi.

Dengan pemahaman ini, kontraktor dan penyedia dapat menyusun penawaran yang lebih akurat, tidak salah membaca dokumen, dan lebih siap memenuhi kebutuhan proyek pemerintah. Untuk proyek jalan nasional, jalan daerah, area publik, maupun fasilitas strategis, dasar awal yang harus diperhatikan adalah spesifikasi lampu PJU tenaga surya 3 in 1 standar Dinas Perhubungan.

Sumber data utama artikel berasal dari dokumen KAK/Spesifikasi Teknis yang Anda upload, terutama bagian latar belakang, tujuan, komponen APJ, serta persyaratan teknis luminer, panel surya, baterai, controller, tiang, pondasi, kabel, dan pembumian.

klik disini

Spesifikasi Lampu PJU LED / Luminer Standar Dinas Perhubungan

Spesifikasi lampu PJU tenaga surya 3 in 1 standar Dinas Perhubungan harus dimulai dari komponen luminer atau lampu PJU LED, karena bagian inilah yang langsung menghasilkan cahaya untuk pengguna jalan. Dalam sistem APJ tenaga surya, luminer tidak boleh hanya dilihat dari besar watt. Hal yang lebih penting adalah efikasi cahaya, standar uji, ketahanan rumah lampu, umur operasi, distribusi cahaya, serta dokumen pendukung seperti SNI, IP rating, IK rating, uji EMC, fotometri, dan TKDN.

Luminer yang digunakan untuk proyek pemerintah harus mampu bekerja stabil di lingkungan luar ruangan. Lampu akan terkena panas, hujan, debu, getaran kendaraan, perubahan suhu, dan potensi korosi. Karena itu, spesifikasi teknis perlu dibuat detail agar produk yang dipasang tidak hanya terang di awal, tetapi juga tahan digunakan dalam jangka panjang.

Apa spesifikasi teknis luminer PJU LED?

Berikut spesifikasi teknis luminer PJU LED yang dapat dijadikan acuan dalam paket lampu jalan tenaga surya standar Dishub:

Komponen Spesifikasi Standar
Jenis Lampu LED
Daya Lampu 60 Watt
Rumah Luminer Aluminium alloy die casting
Tebal Rumah Luminer Minimal 3 mm
Standar Kualitas SNI IEC 60598-2-3:2016
Efikasi Minimal >120 lumen/watt
CRI Minimal 70
CCT Minimal 4000 ± 200 K
Ingress Protection IP65
IK Rating Minimal IK08
THD <20%
Ketahanan Vibrasi >2G
Umur Teknis 50.000 jam operasi
Umur Operasi 36.000 jam operasi
Input Baterai melalui charge controller
Rated Voltage 25–30V DC
Power Factor 1
Frekuensi 0 Hz
Stabilitas Cahaya Maksimal 30 menit
TKDN Minimal 40% termasuk BMP

Daya 60 watt pada luminer tidak boleh dipahami sebagai satu-satunya ukuran kualitas. Lampu 60 watt dengan efikasi tinggi akan menghasilkan cahaya lebih efektif dibanding lampu dengan daya besar tetapi efisiensi rendah. Efikasi minimal lebih dari 120 lumen/watt menjadi indikator bahwa luminer mampu menghasilkan output cahaya yang baik dengan konsumsi energi yang efisien.

Rumah luminer dari aluminium alloy die casting membantu kekuatan mekanis sekaligus mendukung pembuangan panas. Tebal rumah minimal 3 mm juga penting untuk ketahanan fisik, terutama karena lampu dipasang di luar ruangan. IP65 menunjukkan perlindungan terhadap debu dan air, sedangkan IK08 menunjukkan ketahanan terhadap benturan mekanis tertentu.

Dalam proyek PJU solar cell, rated voltage 25–30V DC menunjukkan bahwa luminer bekerja dari sumber baterai melalui charge controller, bukan langsung dari jaringan listrik AC PLN. Ini penting karena sistem PJU tenaga surya memakai konfigurasi DC yang terhubung dengan panel surya, baterai LiFePO4, controller, dan driver.

Dokumen apa yang perlu disiapkan untuk luminer?

Untuk mengikuti proyek pemerintah, penyedia perlu menyiapkan dokumen pendukung luminer secara lengkap. Dokumen ini menjadi bukti bahwa produk bukan hanya sesuai brosur, tetapi juga telah memenuhi standar teknis yang dapat diverifikasi.

Dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  • Sertifikat merek dari Kemenkumham.
  • Sertifikat TKDN luminer minimal 40% termasuk BMP.
  • Sertifikat ISO 9001:2015 dari lembaga terakreditasi KAN.
  • Sertifikat SNI IEC 60598 luminer.
  • Uji ketahanan garam dan korosi.
  • Uji photobiological.
  • Sertifikat IP65.
  • Sertifikat EMC.
  • Data sheet fotometri.
  • Sertifikat IK rating minimal IK08.
  • Sertifikat uji tahan getaran.

Data sheet fotometri sangat penting karena menunjukkan pola sebaran cahaya. Dalam lampu PJU, cahaya tidak hanya harus terang, tetapi juga harus menyebar sesuai kebutuhan jalan. Jika distribusi cahaya buruk, area di bawah lampu bisa sangat terang, tetapi area antar tiang tetap gelap. Untuk proyek Dinas Perhubungan, dokumen fotometri membantu memastikan lampu memenuhi kebutuhan penerangan jalan secara teknis.

Sertifikat EMC juga penting karena lampu PJU menggunakan driver elektronik. Komponen elektronik yang tidak memenuhi standar dapat menimbulkan gangguan elektromagnetik atau lebih rentan terhadap gangguan sistem. Begitu juga dengan uji getaran, karena lampu berada di dekat arus kendaraan yang menimbulkan vibrasi secara terus-menerus.

Menurut saya, luminer adalah komponen yang paling sering terlihat sederhana, padahal justru menjadi titik utama dalam evaluasi teknis. Jika luminer tidak memiliki sertifikat dan data uji yang kuat, spesifikasi panel surya dan baterai yang besar pun tidak akan banyak membantu kualitas penerangan di jalan.

Apakah luminer wajib TKDN?

Luminer atau lampu PJU LED adalah komponen yang secara eksplisit dipersyaratkan memiliki TKDN ditambah BMP minimal 40%. Ini harus dijelaskan dengan tegas karena dalam pengadaan pemerintah, dokumen TKDN dapat menjadi bagian penting dari pemenuhan persyaratan teknis.

Artinya, untuk komponen luminer, penyedia tidak cukup hanya memberikan data sheet produk. Sertifikat TKDN harus tersedia dan nilai TKDN + BMP harus memenuhi batas minimal yang dipersyaratkan. Luminer disebut sebagai komponen utama, sehingga status TKDN menjadi perhatian khusus dalam evaluasi.

Hal ini berbeda dengan beberapa komponen lain seperti panel surya, baterai LiFePO4, dan tiang PJU oktagonal yang dalam spesifikasi lebih banyak ditekankan pada sertifikat uji, IP rating, umur teknis, dan kualitas material. Karena itu, penyedia harus membaca dokumen dengan hati-hati agar tidak salah menyatakan seluruh komponen wajib TKDN jika dokumen hanya menyebut eksplisit pada luminer.

Spesifikasi Panel Surya untuk PJU Tenaga Surya Standar Dishub

Panel surya berfungsi sebagai sumber energi utama pada lampu PJU tenaga surya 3 in 1. Panel akan mengubah sinar matahari menjadi energi listrik DC, lalu energi tersebut masuk ke solar charge controller untuk mengisi baterai. Karena lampu PJU bekerja pada malam hari, kualitas panel sangat menentukan kemampuan sistem mengisi baterai pada siang hari.

READ  Mengapa Baterai LiFePO4 Penting untuk Lampu PJU Tenaga Surya All in One?

Apa spesifikasi teknis panel surya?

Berikut spesifikasi panel surya untuk PJU tenaga surya standar Dishub:

Komponen Spesifikasi Standar
Bahan Panel Silicon mono kristalin
Daya Panel 250–300Wp
Toleransi Daya ±5%
Vmp Maksimal 40V DC
Imp Minimal 5A
Voc Maksimal 46V
Isc Maksimal 10A
Tegangan Maksimum Sistem 1000V DC / IEC
Efisiensi Panel ≥15%
Ingress Protection IP65
Umur Teknis ≥15 tahun
Standar Kualitas SNI 04-3850-2:1995 / uji setara
Ketahanan Suhu Operasi Sampai 85°C
Uji Ketahanan Garam IEC 61701:2011
Rumah Panel Full aluminium
Konektor Output Plug & Play

Panel dengan bahan silicon mono kristalin dipilih karena memiliki efisiensi yang baik dan cocok untuk sistem PJU outdoor. Daya 250–300Wp harus disesuaikan dengan kapasitas baterai dan kebutuhan otonomi sistem. Panel yang terlalu kecil dapat membuat baterai sulit penuh, sedangkan panel yang sesuai akan membantu sistem bekerja lebih stabil.

Efisiensi panel minimal 15% menjadi indikator performa dasar. IP65 menunjukkan panel memiliki perlindungan terhadap debu dan air. Umur teknis minimal 15 tahun penting karena panel merupakan komponen jangka panjang yang diharapkan tetap bekerja stabil dalam berbagai kondisi cuaca.

Sertifikat apa yang dibutuhkan untuk panel surya?

Dokumen yang dibutuhkan untuk panel surya meliputi:

  • Sertifikat IP panel surya minimal IP65.
  • Sertifikat atau hasil uji panel sesuai SNI IEC 61215:2016 atau setara.
  • Uji dari laboratorium terakreditasi KAN atau laboratorium asing terakreditasi.
  • Jaminan umur teknis panel minimal 15 tahun.
  • Hasil uji lab untuk nilai Imp, IP, dan standar kualitas.

Sertifikat panel surya penting untuk memastikan produk telah melalui pengujian teknis. Dalam proyek APJ tenaga surya, panel tidak hanya dipasang untuk menghasilkan daya sesaat, tetapi harus mampu bekerja bertahun-tahun di ruang terbuka. Karena itu, uji kualitas, ketahanan, dan jaminan umur teknis menjadi bagian penting dari pemilihan produk.

Apakah panel surya wajib TKDN?

Dalam data KAK yang diberikan, TKDN tidak disebutkan secara eksplisit untuk panel surya. Yang dipersyaratkan adalah standar teknis, IP65, hasil uji SNI IEC 61215 atau setara, efisiensi, umur teknis, dan dokumen laboratorium.

Panel surya dapat menggunakan produk TKDN jika tersedia dan diminta dalam dokumen pengadaan, tetapi berdasarkan spesifikasi ini, kewajiban TKDN eksplisit hanya terlihat pada luminer. Dengan demikian, penyedia perlu membedakan antara persyaratan TKDN dan persyaratan teknis. Jika dokumen tender tambahan meminta TKDN panel, maka penyedia wajib mengikuti dokumen tersebut. Namun jika mengacu pada spesifikasi ini saja, panel lebih ditekankan pada performa teknis dan sertifikat pengujian.

Spesifikasi Baterai LiFePO4 untuk Lampu PJU Tenaga Surya

Baterai LiFePO4 adalah komponen penyimpan energi pada sistem PJU tenaga surya. Panel bekerja pada siang hari, sementara lampu menyala pada malam hari. Karena itu, baterai menjadi jembatan utama antara produksi energi dan kebutuhan penerangan.

Apa spesifikasi teknis baterai LiFePO4?

Berikut spesifikasi baterai LiFePO4 untuk lampu PJU tenaga surya standar Dishub:

Komponen Spesifikasi Standar
Jenis Baterai LiFePO4 / Lithium Ferro Phosphate
Bentuk Prismatik
Tegangan Kerja 25,6V DC
Kapasitas 120Ah
Energi 3.072Wh
Tegangan Charging Minimal 30V DC
Tegangan Discharging Maksimal 20V DC
Arus Charging 0,5C / 37,5A
Efisiensi Minimal 85%
Cycle Time 1.500–3.000 siklus
DoD 1 siklus maksimal 80% DoD
Energi Spesifik Minimal 130Wh/kg
Power Spesifik Minimal 200W/kg
Waktu Charging 3–4 jam per hari
Tahanan Internal 5 mΩ
Ingress Protection IP54
Standar SNI 04-2051.1-2004
Suhu Pengisian Sampai 45°C
Suhu Pelepasan Sampai 60°C
Suhu Penyimpanan Sampai 45°C
Umur Teknis Minimal 3 tahun
Casing Plastik ABS

Kapasitas 120Ah pada sistem 25,6V DC menghasilkan energi sekitar 3.072Wh. Angka ini penting untuk mendukung durasi nyala lampu pada malam hari. Dengan baterai LiFePO4, sistem mendapatkan keunggulan dari sisi efisiensi, siklus pemakaian, dan stabilitas dibanding beberapa jenis baterai konvensional.

Baterai bukan komponen yang bisa dipilih sembarangan. Jika kapasitas terlalu kecil, lampu cepat redup atau mati. Jika kapasitas besar tetapi panel tidak cukup mengisi, baterai tidak pernah penuh. Keseimbangan panel 250–300Wp, baterai 25,6V 120Ah, controller MPPT, dan luminer 60W menjadi hal penting dalam desain PJU solar cell.

Sertifikat apa yang perlu disiapkan untuk baterai?

Dokumen baterai yang perlu disiapkan meliputi:

  • Sertifikat IP baterai minimal IP54.
  • Jika rumah baterai terpisah, IP rumah baterai minimal IP65.
  • Sertifikat atau hasil uji baterai sesuai SNI IEC 61427:2018.
  • Hasil uji kapasitas baterai.
  • Garansi umur teknis baterai minimal 3 tahun.

Sertifikat uji kapasitas baterai sangat penting karena kapasitas aktual harus sesuai klaim. Dalam pekerjaan PJU tenaga surya, baterai yang tidak sesuai kapasitas dapat membuat lampu tidak mampu menyala sesuai target durasi. Karena itu, dokumen test kapasitas tidak boleh diabaikan.

Saya melihat baterai sering menjadi penyebab utama keluhan PJU tenaga surya di lapangan. Bukan selalu karena baterainya buruk, tetapi karena kapasitas tidak dihitung dengan benar, panel tidak cukup mengisi, atau controller tidak mengatur charge-discharge secara ideal.

Apakah baterai LiFePO4 wajib TKDN?

Dalam KAK, baterai LiFePO4 tidak disebut secara eksplisit wajib TKDN. Persyaratan utama adalah sertifikat IP, uji SNI IEC 61427:2018, test kapasitas, dan garansi umur teknis. Jika paket pengadaan meminta TKDN baterai pada dokumen lain, maka penyedia harus mengikuti dokumen tersebut. Namun dari spesifikasi teknis ini, TKDN baterai tidak tertulis eksplisit.

Pembedaan ini penting agar penyedia tidak salah menyusun dokumen penawaran. Untuk luminer, TKDN + BMP minimal 40% disebut jelas. Untuk baterai, fokusnya adalah pemenuhan standar teknis, keamanan, kapasitas, IP rating, dan umur teknis. Dengan membaca dokumen secara cermat, penyedia dapat menyiapkan paket APJ tenaga surya yang lebih tepat untuk proyek pemerintah, terutama pada spesifikasi lampu PJU tenaga surya 3 in 1 standar Dinas Perhubungan.

Data spesifikasi teknis luminer, panel surya, dan baterai LiFePO4 diambil dari dokumen KAK/Spesifikasi Teknis yang Anda upload.

klik disini

Spesifikasi Solar Charge Controller dan Driver

Spesifikasi lampu PJU tenaga surya 3 in 1 standar Dinas Perhubungan tidak hanya membahas lampu, panel surya, baterai, dan tiang, tetapi juga wajib memperhatikan solar charge controller dan driver. Dua komponen ini bekerja sebagai pengatur energi agar sistem PJU tenaga surya dapat menyala stabil, aman, dan tidak merusak baterai maupun lampu LED. Dalam sistem APJ tenaga surya, controller menjadi pusat pengaturan antara panel surya, baterai LiFePO4, dan beban luminer.

Apa fungsi solar charge controller?

Solar charge controller berfungsi mengontrol pengisian arus listrik dari panel surya ke baterai. Saat siang hari, panel surya menghasilkan energi listrik DC. Energi tersebut tidak langsung dimasukkan begitu saja ke baterai, tetapi harus diatur oleh controller agar tegangan dan arus tetap aman.

Fungsi utama solar charge controller meliputi:

  • Mengontrol pengisian arus listrik dari panel surya ke baterai.
  • Mengatur tegangan, arus, suhu, dan kapasitas maksimal.
  • Mengatur pemakaian arus dari baterai ke beban lampu.
  • Berfungsi sebagai regulator catu daya sistem PJU tenaga surya.
  • Membantu mencegah overcharge dan over discharge.
  • Mengoptimalkan proses charging baterai LiFePO4.
  • Menjaga sistem tetap stabil saat kondisi cuaca berubah.

Pada PJU tenaga surya standar Dishub, controller tidak boleh dipilih asal. Komponen ini harus sesuai dengan tegangan baterai, arus panel, karakteristik lampu LED, dan kebutuhan proteksi sistem. Jika controller terlalu kecil atau tidak memiliki proteksi memadai, baterai bisa cepat rusak, lampu tidak stabil, atau sistem gagal menyala pada malam hari.

Driver juga penting karena berhubungan dengan pengaturan daya ke LED. Dalam sistem DC, driver harus mampu menjaga output ke luminer agar cahaya stabil dan komponen LED tidak bekerja di luar batas aman. Karena itu, controller dan driver harus dilihat sebagai satu kesatuan sistem kendali energi.

READ  Cara Kerja pju Tenaga Surya

Apa spesifikasi teknis charge controller?

Berikut spesifikasi teknis solar charge controller yang dapat dijadikan acuan untuk PJU tenaga surya standar Dinas Perhubungan:

Komponen Spesifikasi Standar
Jenis MPPT
Bentuk Prismatik
Tegangan Kerja 25,6V DC
Tegangan Identifikasi Baterai 24–30V DC
Kuat Arus Kerja 40A
Kuat Arus Maksimal 45A
Tegangan Discharging ke Baterai Maksimal 20V DC
Efisiensi Minimal 90%
Metode Pengisian 3 tahap: bulk, absorb, float
Konsumsi Daya Sistem Maksimal 5W
Sensor Penyalaan Malam otomatis menyala, pagi otomatis mati
Ingress Protection IP54
Suhu Kerja Sampai 50°C
Suhu Pengaman Sampai 85°C
Kelembapan Sampai 90% RH tanpa kondensasi
Casing Aluminium dengan heat sink
Proteksi Reverse current, over voltage, over current, over heat, over charge
Ketahanan Getaran 2G

Jenis MPPT menjadi nilai penting karena controller harus mampu mengoptimalkan energi dari panel surya menuju baterai. Metode pengisian 3 tahap, yaitu bulk, absorb, dan float, membantu proses charging lebih terkontrol. Sensor penyalaan otomatis juga sangat penting untuk PJU, karena lampu harus menyala saat malam dan mati saat pagi tanpa pengoperasian manual.

Apakah controller wajib TKDN?

Pada data spesifikasi ini, tidak ada syarat TKDN eksplisit untuk charge controller. Namun, controller tetap wajib memenuhi standar teknis seperti IP54, uji korosi, uji vibrasi, IK, EMC, efisiensi, proteksi kelistrikan, dan ketahanan temperatur. Jadi, walaupun TKDN controller tidak tertulis secara jelas, penyedia tetap harus menyiapkan dokumen teknis yang membuktikan kualitas dan keamanan controller.

Spesifikasi Tiang PJU Oktagonal Standar Dinas Perhubungan

Tiang PJU oktagonal adalah struktur utama yang menopang lampu PJU LED, panel surya, bracket, dan aksesoris lainnya. Pada proyek APJ tenaga surya, tiang bukan sekadar penyangga, tetapi bagian penting dari keselamatan konstruksi. Tiang harus kuat, tahan korosi, stabil terhadap angin, dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Apa spesifikasi teknis tiang utama PJU?

Berikut spesifikasi tiang utama PJU oktagonal standar Dinas Perhubungan:

Komponen Spesifikasi Standar
Tinggi Tiang 9 meter
Bentuk Tiang Octagonal tapered ke atas
Bahan Tiang Baja karbon
Jumlah Segmen 3 segmen
Segmen 1 Diameter 5 inch, tebal 4,85 mm, panjang 5 m
Segmen 2 Diameter 4 inch, tebal 4,5 mm, panjang 2 m
Segmen 3 Diameter 3 inch, tebal 3,25 mm, panjang 2 m
Kekuatan Tarik 2.460,74 kg/cm²
Pelapisan Hot dip galvanized
Tebal Proteksi Minimal 70 micron
Base Plate 400 x 400 x 16 mm
Bracket 150 x 100 x 10 mm
Sambungan Tiang Slip joint
Panjang Sambungan 300 mm
Tutup Tiang Bagian atas wajib dipasang penutup
Umur Teknis Tiang Minimal 15 tahun

Tiang dengan bentuk octagonal tapered ke atas memiliki tampilan rapi dan umum digunakan untuk PJU proyek jalan. Pelapisan hot dip galvanized minimal 70 micron berfungsi melindungi baja karbon dari korosi. Ini penting karena tiang akan berada di luar ruangan dalam jangka panjang, terkena hujan, panas, debu, dan kelembapan.

Bagaimana spesifikasi lengan luminer?

Lengan luminer adalah bagian yang menopang lampu dari badan tiang. Komponen ini harus cukup kuat karena menahan beban lampu dan menerima pengaruh getaran serta angin.

Spesifikasi lengan luminer meliputi:

  • Diameter minimal 2 inch.
  • Tebal minimal 3 mm.
  • Bahan baja karbon.
  • Kekuatan tarik 2.460,74 kg/cm².
  • Tebal proteksi galvanis 70 micron.
  • Sambungan ke tiang menggunakan sistem knock down.
  • Panjang lengan menyesuaikan kebutuhan lapangan.

Sistem knock down memudahkan pengiriman, pemasangan, dan perawatan. Namun, sambungan baut dan mur harus dipasang kuat agar tidak longgar akibat getaran dan cuaca.

Bagaimana spesifikasi dudukan panel surya?

Dudukan panel surya dipasang pada ujung tiang utama. Komponen ini harus mampu menahan beban panel dan memastikan posisi panel tetap stabil menghadap arah matahari.

Spesifikasi dudukan panel surya meliputi:

  • Dipasang pada ujung tiang utama.
  • Menggunakan bracket penguat.
  • Sistem sambungan knock down dengan baut dan mur.
  • Dilapis hot dip galvanized.
  • Pipa penopang minimal 2,5 inch.
  • Rangka panel dari besi siku 40 x 40 x 3 mm.
  • Ukuran rangka menyesuaikan dimensi panel.

Dudukan panel sangat menentukan hasil charging baterai. Jika panel berubah posisi, terkena bayangan, atau sudut pemasangan tidak tepat, energi yang masuk ke baterai dapat berkurang.

Apakah tiang PJU oktagonal wajib TKDN?

Dalam dokumen ini, tiang PJU tidak disebutkan wajib TKDN secara eksplisit. Yang diwajibkan adalah hasil uji tensile test, pelapisan hot dip galvanized minimal 70 micron, dokumen uji retroreflektif, dan garansi umur teknis minimal 15 tahun.

Tiang lokal bisa mendukung nilai TKDN proyek, tetapi status TKDN harus dibuktikan dengan sertifikat resmi jika diminta dalam dokumen pengadaan. Jadi, penyedia sebaiknya tidak langsung menulis bahwa tiang wajib TKDN jika dokumen hanya menekankan standar teknis dan dokumen uji.

Spesifikasi Pondasi, Kabel, dan Pembumian PJU Tenaga Surya

Apa spesifikasi pondasi?

Pondasi berfungsi menjaga tiang tetap kokoh. Untuk PJU tenaga surya, pondasi harus disesuaikan dengan tinggi tiang, kondisi tanah, beban lampu, beban panel, dan kondisi angin di lokasi.

Komponen Spesifikasi
Mutu Beton Tiang Utama Minimal K-250
Mutu Beton Tiang Pengaman Minimal K-125
Ukuran Penampang Atas 600 x 600 mm
Ukuran Penampang Bawah 600 x 600 mm
Tinggi Pondasi 1.200 mm
Rangka Pondasi Ø12 mm besi ulir
Sengkang Ø10 mm besi ulir
Baut Pondasi Ø22 mm
Panjang Baut Minimal 500 mm
Kualitas Baut High strength steel AASTHO 164-01
Uji Beton NDT hammer test atau specimen test

Pondasi yang baik membantu mencegah tiang miring, goyang, atau tidak stabil. Uji beton seperti NDT hammer test atau specimen test diperlukan untuk memastikan mutu beton sesuai persyaratan.

Apa spesifikasi kabel?

Kabel pada PJU tenaga surya digunakan untuk saluran instalasi internal. Spesifikasi kabel yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Penggunaan untuk saluran instalasi internal.
  • Bahan tembaga.
  • Tipe NYA atau NYM.
  • Ukuran penampang 1,5 sampai 4 mm².
  • Jenis inti kabel tunggal.
  • Insulasi PVC.

Ukuran kabel harus disesuaikan agar tidak terjadi drop voltage. Kabel terlalu kecil atau sambungan kurang rapi dapat menyebabkan rugi daya dan gangguan operasional.

Apa fungsi pembumian?

Pembumian atau grounding berfungsi sebagai sistem keselamatan instalasi. Pada sistem DC, pembumian membantu melindungi komponen dari gangguan listrik dan potensi sambaran petir.

Fungsi pembumian meliputi:

  • Melindungi dari kejut listrik.
  • Melindungi dari kebocoran arus.
  • Menstabilkan komponen instalasi.
  • Meneruskan arus ke tanah saat terjadi sambaran petir.
  • Meningkatkan umur pakai piranti elektronik.

Ringkasan Komponen yang Menggunakan TKDN dan Tidak Disebut TKDN

Berdasarkan spesifikasi yang dibahas, kewajiban TKDN eksplisit terdapat pada komponen luminer. Untuk panel surya, baterai LiFePO4, controller, dan tiang, dokumen lebih menekankan standar teknis, sertifikat uji, IP rating, dan garansi teknis.

Komponen Status TKDN dalam Data KAK Keterangan
Lampu PJU LED / Luminer Wajib TKDN TKDN + BMP minimal 40%
Panel Surya Tidak disebut eksplisit Fokus pada IP65, SNI IEC 61215/setara, efisiensi, umur teknis
Baterai LiFePO4 Tidak disebut eksplisit Fokus pada IP54, SNI IEC 61427, test kapasitas, garansi
Solar Charge Controller Tidak disebut eksplisit Fokus pada MPPT, IP54, proteksi, efisiensi, uji teknis
Tiang PJU Oktagonal Tidak disebut eksplisit Fokus pada tensile test, hot dip galvanized, garansi 15 tahun
Pondasi Tidak relevan TKDN Fokus pada mutu beton K-250/K-125 dan uji beton
Kabel Tidak disebut eksplisit Fokus pada bahan tembaga, tipe kabel, ukuran penampang
Smart System Tidak disebut eksplisit Opsional jika menggunakan smart lighting system

“Dalam proyek PJU tenaga surya standar pemerintah, spesifikasi tidak boleh hanya dilihat dari watt lampu atau kapasitas panel. Komponen seperti luminer, baterai, controller, panel surya, tiang, pondasi, dan dokumen sertifikasi harus dibaca sebagai satu sistem agar hasil pemasangan aman, tahan lama, dan sesuai standar pengadaan.”

Checklist Dokumen Sebelum Mengikuti Pengadaan PJU Tenaga Surya

Sebelum mengikuti pengadaan PJU tenaga surya, penyedia perlu menyiapkan dokumen teknis dan administrasi secara lengkap. Checklist yang dapat digunakan antara lain:

  • Sertifikat merek luminer.
  • Sertifikat TKDN luminer minimal 40% termasuk BMP.
  • ISO 9001:2015.
  • Sertifikat SNI IEC 60598 luminer.
  • Sertifikat IP65 luminer.
  • Sertifikat EMC.
  • Data sheet fotometri.
  • Sertifikat IK08.
  • Sertifikat uji tahan getaran.
  • Sertifikat panel surya IP65.
  • Sertifikat/hasil uji panel SNI IEC 61215:2016 atau setara.
  • Sertifikat baterai SNI IEC 61427:2018.
  • Test kapasitas baterai.
  • Sertifikat IP baterai.
  • Hasil uji tensile test tiang.
  • Dokumen hot dip galvanized minimal 70 micron.
  • Hasil uji kuat tekan beton pondasi.
  • Shop drawing dan as built drawing.
  • Garansi produk dan waarmerking jika diminta.
  • TD-BUPBPJ dan TD-BUPPJ bidang APJ jika menjadi syarat pengadaan.

Butuh lampu PJU tenaga surya 3 in 1 standar Dinas Perhubungan untuk proyek pemerintah, jalan nasional, jalan kabupaten, jalan desa, kawasan industri, atau fasilitas publik?

Konsultasikan kebutuhan spesifikasi lampu LED, panel surya, baterai LiFePO4, controller, tiang PJU oktagonal, dokumen TKDN, dan sertifikat pendukung agar paket PJU sesuai kebutuhan teknis proyek.

DBSN Group
Website: www.pjusolarcellindonesia.com

Paket yang tepat harus membaca seluruh sistem, mulai dari luminer, panel surya, baterai, controller, tiang, pondasi, kabel, pembumian, sampai dokumen pengadaan, terutama pada spesifikasi lampu PJU tenaga surya 3 in 1 standar Dinas Perhubungan.

klik disini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Let's Chat!