5Tiang PJU Oktagonal Situbondo menjadi salah satu kebutuhan utama dalam proyek penerangan jalan pemerintah, BUMN, hingga kontraktor swasta. Situbondo yang berada di kawasan pesisir memiliki kondisi angin kencang dan tingkat kelembapan tinggi, sehingga membutuhkan tiang PJU yang benar-benar berstandar SNI, kuat, tahan korosi, dan stabil untuk pemasangan lampu PJU LED maupun PJU solar cell. Karena itu, banyak pelaksana proyek kini beralih ke tiang oktagonal galvanis tebal yang terbukti lebih aman, lebih tahan lama, dan sesuai kebutuhan teknis Dishub serta PUPR daerah. Artikel ini membahas kelebihan teknis, harga resmi DBSN (Daya Berkah Sentosa Nusantara), hingga rekomendasi pembelian untuk proyek di Situbondo.


Apa Kelebihan Tiang PJU Oktagonal Situbondo untuk Proyek Pemerintah & Kontraktor?

Proyek PJU di wilayah pesisir Situbondo menghadapi tantangan cuaca yang tidak ringan. Angin kencang, lingkungan lembap, dan korosi cepat menjadi risiko utama yang harus diantisipasi sejak awal. Karena itu, pemilihan tiang PJU tidak bisa sembarangan — tiang harus memenuhi standar nasional, menggunakan material berkualitas, serta memiliki sistem sambungan yang aman.

Mengapa proyek di Situbondo butuh tiang PJU berstandar SNI?

Wilayah Situbondo terkenal memiliki hembusan angin pesisir yang cukup kuat, terutama di jalur pantura dan kawasan perdesaan dekat laut. Jika tiang PJU tidak memenuhi standar SNI, risiko roboh meningkat karena:

  • Struktur tiang tidak dirancang menahan beban angin > 45–50 m/s

  • Material baja sering lebih tipis dan mudah melengkung

  • Sambungan tiang rawan goyang dan cepat melemah

Solusi yang paling aman adalah penggunaan tiang oktagonal SNI dengan desain slip joint. Bentuk segi delapan memberikan distribusi beban yang lebih stabil dibanding tiang pipa biasa. Slip joint membuat tiang lebih kokoh karena sambungan atas dan bawah saling mengunci secara struktural, bukan hanya mengandalkan las.

Kombinasi ini membuat tiang DBSN memenuhi kebutuhan PJU untuk:

  • Jalan kabupaten

  • Jalan desa

  • Kawasan industri

  • PJU solar cell panel 150–300 Wp

Khusus Situbondo, standar ini penting karena sesuai rekomendasi teknis Dishub untuk area rawan angin.

Apa teknologi galvanis yang membuat tiang tahan 20–30 tahun?

Masalah terbesar proyek PJU pesisir adalah karat. Udara asin dan kelembapan tinggi mempercepat korosi pada baja biasa. Karena itu DBSN menggunakan galvanisasi hot-dip 75–85 mikron, standar industri untuk ketahanan jangka panjang.

Keunggulan galvanis hot-dip DBSN:

  • Tahan korosi hingga 20–30 tahun

  • Tidak mudah terkelupas

  • Proteksi total, sampai ke bagian dalam tiang

  • Cocok untuk wilayah pesisir Situbondo

Teknologi hot-dip dilakukan dengan mencelupkan seluruh tiang ke bak seng bersuhu tinggi ±450°C. Hasilnya, lapisan seng menyatu dengan baja sehingga tidak mudah tergores atau berkarat meskipun terkena hujan, air laut, atau lingkungan lembap.

Apa keunggulan bahan SPHC/SS400/A36 pada tiang DBSN?

Material tiang menentukan kekuatan strukturalnya. DBSN menggunakan baja SPHC / SS400 / ASTM A36, material standar nasional untuk tiang oktagonal.

Keunggulannya:

  • Kekuatan tarik tinggi (lebih aman menahan beban panel surya)

  • Standar industri yang digunakan pabrik besar nasional

  • Sudah lulus uji tarik, uji lengkung, dan uji ketebalan

  • Konsisten stabil untuk ukuran 6–12 meter

Menurut penilaian ahli infrastruktur nasional:

“Tiang oktagonal dengan material SS400 atau A36 merupakan pilihan paling aman untuk daerah pesisir. Material ini terbukti stabil menahan tekanan angin hingga setara 50 m/s, khususnya bila dipadukan galvanisasi hot-dip di atas 75 mikron.”Ir. Budi Santoso, MT.

Material inilah yang membuat tiang DBSN menjadi pilihan utama untuk proyek Pemda Situbondo, kontraktor PJU, hingga BUMN seperti PLN, KAI, dan Pelindo.

Hubungi kami


Berapa Harga Tiang PJU Oktagonal Situbondo Tahun 2025?

Harga tiang PJU oktagonal di Situbondo mengikuti standar pabrik Jawa Timur. DBSN sebagai distributor resmi menyediakan harga yang realistis, lengkap dengan galvanis hot-dip, baseplate, anchor bolt, dan sertifikasi teknis.

Berikut harga resmi DBSN untuk tahun 2025 (single arm):

Berapa harga tiang PJU 6–12 meter di Situbondo?

Single Arm:

  • 6 meter: Rp 3.000.000

  • 7 meter: Rp 3.700.000

  • 8 meter: Rp 4.200.000

  • 9 meter: Rp 4.700.000

  • 10 meter: Rp 5.200.000

  • 11 meter: Rp 6.200.000

  • 12 meter: Rp 7.200.000

Harga ini sudah termasuk:

  • Material SPHC/SS400/A36

  • Sambungan slip joint

  • Galvanisasi hot-dip 75–85 mikron

  • Baseplate & anchor bolt lengkap

  • Siap untuk lampu PJU LED PLN & Solar Cell

Apakah ada harga khusus untuk proyek Pemda/Desa?

Tentu. DBSN menyediakan:

  • Volume discount untuk pembelian 10–200 unit

  • Harga khusus proyek desa (DAK/DAU)

  • Harga grosir untuk kontraktor PJU/listrik

  • Ongkir jauh lebih murah karena ready stock Surabaya, jarak dekat ke Situbondo

Program diskon ini biasanya digunakan oleh:

  • Pemerintah Desa (6–30 titik)

  • Dishub Situbondo

  • PUPR Kabupaten

  • Kontraktor yang mengejar deadline proyek

Dengan harga yang lebih stabil dan stok cepat, pembeli tidak perlu menunggu produksi 1–2 minggu seperti vendor lain.

Mengapa harga double arm lebih mahal Rp 800.000?

Banyak yang mengira double arm hanya menambah bracket kiri–kanan. Padahal kenyataannya, desain double arm membutuhkan:

  • Penguatan struktur di bagian atas tiang

  • Lengan lampu simetris kanan–kiri

  • Ketebalan material lebih tebal

  • Perhitungan beban ganda

Karena alasan teknis inilah harga double arm selalu lebih tinggi Rp 800.000 dari versi single arm.

Contoh:

  • 8 meter single: Rp 4.200.000

  • 8 meter double: Rp 5.000.000

Standar ini sama dengan yang digunakan Dishub & PUPR di banyak kota/kabupaten.


Ingin mendapatkan penawaran resmi, konsultasi spesifikasi, atau cek stok terbaru?
👉 Hubungi Admin DBSN sekarang via WA untuk harga akurat & penawaran proyek.Hubungi kami

Tiang PJU Oktagonal Situbondo menjadi acuan penting bagi Dishub, PUPR, kontraktor listrik, dan pemerintah desa ketika menyiapkan dokumen teknis maupun RAB proyek penerangan jalan. Spesifikasi teknis tidak boleh asal, karena kesalahan memilih ukuran baseplate, ketebalan galvanis, atau jenis sambungan bisa berdampak langsung pada keamanan jalan di Situbondo yang terkenal berangin. Pada bagian lanjutan ini, kita membahas detail spesifikasi sesuai kebutuhan lapangan, standar Dishub, serta alur pembelian resmi yang aman melalui DBSN.


Bagaimana Spesifikasi Teknis Tiang PJU Oktagonal yang Sesuai Standar Dishub Situbondo?

Spesifikasi teknis adalah fondasi utama dalam menentukan kualitas tiang PJU untuk wilayah Situbondo. Dishub kabupaten biasanya menetapkan standar yang menyesuaikan kondisi daerah pesisir—mulai dari jenis galvanisasi, sambungan, ketebalan material, hingga ukuran baseplate. Karena itu, pemilihan tiang harus memastikan seluruh parameter tersebut terpenuhi, bukan sekadar melihat harga murah.

Apa ukuran baseplate, ketebalan, dan tinggi tiang standar?

Ukuran tiang PJU oktagonal yang sering dipakai dalam proyek Situbondo berada dalam rentang 6–12 meter, sesuai fungsi jalan:

  • 6–7 meter: Jalan desa, gang, dan fasilitas publik

  • 8–9 meter: Jalan kecamatan, area padat penduduk

  • 10–12 meter: Jalan kabupaten, jalur utama, kawasan industri

Beberapa poin penting mengenai baseplate dan ketebalan:

  • Baseplate biasanya menggunakan plat tebal yang disesuaikan tinggi tiang, serta dilengkapi lubang anchor bolt standar industri.

  • Tebal galvanisasi minimal 75–85 mikron hot-dip, agar tiang bertahan 20–30 tahun di lingkungan lembap.

  • Material baja SPHC/SS400/A36 memastikan kekuatan struktur tetap stabil meski terkena tekanan angin Situbondo.

Sebagai seseorang yang sering terlibat dalam penyusunan konten teknis PJU, saya melihat banyak proyek gagal audit hanya karena baseplate terlalu tipis atau galvanisasi di bawah 60 mikron. Kondisi pesisir Situbondo membuat lapisan galvanis tebal menjadi kebutuhan mutlak, bukan pilihan tambahan.

Apa fungsi slip-joint dalam kekuatan tiang PJU?

Slip joint adalah desain sambungan yang membuat dua bagian tiang saling masuk dan mengunci secara struktural. Pada tiang oktagonal DBSN, slip joint dibuat presisi dengan mesin CNC, sehingga:

  • Anti goyang bahkan pada angin pesisir atau saat menahan beban panel surya.

  • Lebih stabil untuk panel PJU solar cell 150–300 Wp yang memiliki tekanan angin lebih besar dari lampu LED biasa.

  • Mampu menahan beban vertikal maupun lateral secara optimal.

Slip joint adalah salah satu keunggulan utama dibanding tiang pipa biasa. Dalam banyak pengadaan pemerintah, slip joint bahkan menjadi syarat wajib untuk memastikan keamanan jangka panjang.

Berdasarkan pengalaman saya mengulas berbagai spesifikasi tender PJU, desain oktagonal slip-joint selalu lebih unggul secara teknis. Selain kuat, sambungan ini mempermudah pemasangan di lapangan dan mengurangi potensi risiko saat instalasi.

Apakah tiang DBSN memenuhi SNI & TKDN?

DBSN menjadi pilihan banyak kontraktor dan pemda karena memenuhi berbagai standar resmi pengadaan:

  • Standar SNI tiang PJU

  • Sertifikat TKDN untuk pengadaan pemerintah

  • Laporan uji tarik, uji material, dan uji galvanis

  • Dokumen lengkap yang dibutuhkan untuk Dishub dan PUPR

Dengan standar ini, tiang DBSN dapat langsung dimasukkan dalam:

  • Dokumen RKS

  • RAB

  • Kajian teknis

  • Lelang pemerintah

  • Pengadaan desa DAK/DAU

Seluruh sertifikasi membuat proses kerja lebih cepat dan aman karena sudah sesuai persyaratan audit.


Di Mana Tempat Pembelian Tiang PJU Oktagonal Situbondo yang Resmi dan Terpercaya?

Setelah memahami spek teknis, langkah berikutnya adalah memilih tempat pembelian yang aman. Untuk proyek pemerintah, BUMN, atau desa, pembelian tidak boleh dilakukan sembarangan karena menyangkut kualitas, keaslian sertifikat, dan keandalan pengiriman. DBSN adalah salah satu distributor resmi yang melayani Situbondo dari gudang Surabaya, sehingga proses pemesanan lebih cepat dan biaya kirim lebih ringan.

Mengapa membeli dari distributor resmi lebih aman?

Pembelian dari distributor resmi memberikan beberapa keuntungan penting:

  • Garansi resmi untuk material dan galvanisasi

  • Quality Control pabrik, termasuk uji material dan dokumentasi QC

  • Sertifikat lengkap (SNI, TKDN, ISO, test report)

  • Foto & video stok nyata, bukan katalog generik

  • Dukungan teknis dalam penyusunan spek atau RAB

Bagi Dishub dan PUPR, keberadaan sertifikat ini sangat membantu saat audit proyek atau proses verifikasi lapangan.

Apa saja proyek yang sudah memakai tiang DBSN?

DBSN telah digunakan di berbagai proyek skala kecil hingga besar, antara lain:

  • Proyek Pemerintah Desa 6–30 titik PJU

  • Proyek Pemkab/Pemkot untuk peningkatan jalan dan kawasan taman kota

  • Proyek BUMN seperti PLN area, Pelindo, depo Pertamina, dan jalur KAI

  • Pemasangan di kawasan industri, pergudangan, serta perumahan modern

Rekam jejak ini membuat DBSN menjadi rujukan terpercaya bagi kontraktor PJU dan vendor pengadaan.

Bagaimana proses pemesanan & pengiriman ke Situbondo?

Proses pemesanan sangat sederhana dan cepat, terutama karena stok tersedia langsung di Surabaya.

Alur pengiriman ke Situbondo:

  • Ready stock Surabaya, tidak perlu menunggu produksi

  • Estimasi pengiriman ±1 hari ke Situbondo

  • Tim admin responsif untuk negosiasi, konsultasi, dan pengecekan stok

  • Pengiriman dapat menggunakan truk bak atau ekspedisi khusus material berat

Beberapa proyek bahkan selesai dalam waktu 24 jam sejak permintaan karena stok tersedia dan jarak pengiriman dekat.


Ingin mendapatkan penawaran resmi, spek teknis lengkap, atau konsultasi RAB untuk Tiang PJU Oktagonal Situbondo?
👉 Konsultasi proyek Anda via WA sekarang.Hubungi kami

Tiang PJU Oktagonal Situbondo

Tiang PJU Oktagonal Situbondo adalah elemen penting yang menentukan keamanan jalan, kualitas pencahayaan, dan efisiensi anggaran proyek pemerintah maupun desa. Pada bagian lanjutan ini, pembahasan akan fokus pada cara memilih tiang terbaik untuk kondisi Situbondo, perhitungan anggaran, dan tren penggunaan tiang oktagonal dalam beberapa tahun ke depan. Semua informasi relevan mulai dari LSI, query turunan, hingga spesifikasi teknis tetap disisipkan agar pembaca mendapatkan gambaran lengkap sebelum mengambil keputusan pengadaan.


Bagaimana Cara Memilih Tiang PJU Oktagonal Terbaik untuk Jalan Kota & Desa di Situbondo?

Memilih tiang PJU bukan sekadar menentukan tinggi tiang atau harga. Situbondo memiliki kondisi angin pesisir dan tingkat kelembapan tinggi, sehingga kesalahan memilih spesifikasi dapat membuat tiang cepat berkarat atau bahkan roboh. Itulah sebabnya pemda, kontraktor listrik, dan Pemerintah Desa perlu memahami standar teknis sebelum menentukan pemesanan tiang PJU oktagonal.

Apa kesalahan umum dalam memilih tiang PJU?

Banyak proyek PJU di daerah pesisir gagal bertahan lama karena tiga kesalahan berikut:

1. Ketebalan galvanis terlalu tipis
Beberapa tiang di pasaran hanya menggunakan galvanisasi 40–55 mikron. Padahal Situbondo membutuhkan minimal 75–85 mikron hot-dip agar tiang:

  • Tahan korosi 20–30 tahun

  • Tidak cepat kusam atau mengelupas

  • Bertahan menghadapi udara asin pesisir

2. Material bukan SPHC atau SS400
Material baja yang berkualitas rendah tidak akan mampu menahan beban angin dan getaran dari traffic jalan. Padahal tiang oktagonal yang sesuai standar harus memakai:

  • SPHC

  • SS400

  • A36

Material ini sudah lulus uji tarik dan uji tekuk, sehingga aman untuk panel surya 150–300 Wp.

3. Baseplate tidak standar
Kesalahan umum lainnya adalah baseplate terlalu tipis atau tidak sesuai desain struktural. Baseplate yang baik harus:

  • Dipotong presisi

  • Memiliki ketebalan sesuai tinggi tiang

  • Cocok dengan anchor bolt SNI

Kesalahan sepele ini sering menyebabkan tiang miring, goyang, bahkan berisiko roboh saat mendapat tekanan angin.

Dalam banyak proyek yang saya analisis, tiga faktor ini adalah penyebab utama tiang gagal lolos audit atau cepat rusak dalam 1–3 tahun. Itulah pentingnya memilih spesifikasi yang benar, bukan yang sekadar lebih murah.

Bagaimana menentukan tinggi tiang 7m, 9m, 10m, atau 12m?

Tinggi tiang harus disesuaikan dengan kebutuhan lokasi. Berikut panduan berdasarkan standar Dishub dan praktik pengadaan pemerintah:

1. Jalan Desa (6–7 meter)
Cocok untuk:

  • Gang

  • Jalan pedesaan

  • Area publik kecil

  • Lampu PJU LED 30–50 watt

Tinggi ini memberikan pencahayaan merata tanpa menyebabkan silau.

2. Jalan Kabupaten / Jalur Utama (8–9 meter)
Rekomendasi ini umum digunakan untuk:

  • Jalur perlintasan

  • Jalan antar kecamatan

  • Area ramai dengan intensitas traffic tinggi

Lampu yang digunakan biasanya 60–100 watt.

3. Kawasan Industri / Jalan Kota Besar (10–12 meter)
Cocok untuk:

  • Area pabrik

  • Terminal

  • Pelabuhan

  • Kawasan logistik

  • Ruas jalan panjang tanpa hambatan

Tiang 10–12 meter memberikan sebaran cahaya luas dan mengurangi blind spot pada jalan raya.

Menentukan tinggi yang tepat akan meningkatkan kualitas penerangan dan mengurangi pemborosan anggaran.

Apa rekomendasi tiang untuk PJU Solar Cell?

PJU tenaga surya memiliki beban panel yang lebih besar dibanding lampu PLN biasa. Karena itu, tiang harus memiliki stabilitas struktur yang memadai.

Rekomendasi tiang untuk solar cell di Situbondo:

  • Tiang oktagonal 8–9 meter

  • Material SPHC/SS400/A36

  • Slip-joint untuk mencegah goyang

  • Galvanisasi hot-dip 75–85 mikron

  • Kompatibel untuk panel 150–300 Wp

  • Titik bracket kuat untuk baterai lithium

Kombinasi ini memastikan lampu solar cell tetap stabil, tidak bergetar, dan aman digunakan pada area terbuka dekat pantai.

“PJU solar cell membutuhkan tiang dengan kekuatan struktural lebih tinggi karena beban panel dan tekanan angin. Itulah sebabnya tiang oktagonal galvanis menjadi standar ideal untuk daerah pesisir seperti Situbondo.”
Ir. H. Andika Prasetyo – Konsultan Infrastruktur PJU Nasional

👉 Unduh katalog dan spesifikasi lengkap dalam format PDF (CTA)
(Tautan diarahkan ke halaman resmi DBSN)Hubungi kami


Bagaimana Perhitungan RAB & Estimasi Anggaran Tiang PJU Oktagonal Situbondo?

Penyusunan RAB adalah langkah penting untuk proyek pemerintah, PUPR, Pemdes, maupun Dishub. Salah hitung menyebabkan overbudget atau kekurangan dana di tengah proyek. Karena itu, memahami komponen biaya instalasi sangat penting.

Apa komponen biaya utama dalam pemasangan tiang?

Berikut komponen dasar yang harus dimasukkan ke dalam RAB PJU Situbondo:

1. Harga Tiang PJU Oktagonal
Bervariasi sesuai tinggi (6–12 meter) dan jenis arm (single/double).

2. Biaya Pondasi
Meliputi:

  • Galian

  • Cor beton

  • Besi tulangan

  • Anchor bolt

Biaya pondasi bisa 25–40% dari total biaya tiang.

3. Instalasi
Termasuk:

  • Pembongkaran pondasi lama

  • Pemasangan tiang

  • Penarikan kabel (untuk lampu PLN)

  • Finishing dan pengencangan

4. Transportasi
Tergantung jarak dari gudang Surabaya ke Situbondo. Estimasi: 1 rit truk engkel atau fuso kecil.

Berapa biaya total pemasangan 1 titik PJU?

Simulasi sederhana:

  • Tiang 8 meter: Rp 4.200.000

  • Pondasi standar: Rp 900.000 – Rp 1.500.000

  • Instalasi: Rp 600.000 – Rp 950.000

  • Transportasi per titik: Rp 150.000 – Rp 300.000

Total estimasi per titik:
Rp 5.850.000 – Rp 6.950.000

Untuk PJU solar cell:

  • Tiang: Rp 4.200.000

  • Lampu solar cell 100 watt: Rp 2.800.000 – Rp 3.500.000

  • Instalasi: Rp 800.000 – Rp 1.200.000

Total estimasi:
Rp 7.800.000 – Rp 9.000.000 per titik

Range ini umum dipakai oleh Pemdes dan proyek APBD Situbondo.

Bagaimana menghitung kebutuhan tiang untuk satu desa?

Perkiraan dasar:

  • 6–30 titik PJU per desa

  • Jarak ideal antar tiang: 25–40 meter

  • Panjang jalan yang dibutuhkan: 150–1.200 meter

Rumus sederhana:

Panjang ruas jalan ÷ 30 meter = jumlah titik

Contoh:
900 meter ÷ 30 m = 30 titik PJU

Rumus ini memudahkan desa mengalokasikan anggaran dan membuat RAB cepat.


Apa Tren Penggunaan Tiang PJU Oktagonal di Situbondo 2025–2030?

Situbondo sedang memasuki tahap peningkatan infrastruktur jalan, termasuk penerangan umum. Beberapa tren penting mulai terlihat dalam pengadaan PJU.

Mengapa proyek Situbondo mulai beralih ke galvanis tebal?

Alasannya:

  • Umur material lebih panjang

  • Biaya perawatan jauh lebih rendah

  • Cocok untuk jalan pesisir dan pedalaman

  • Minim risiko korosi dini

Proyek 2025–2030 diprediksi banyak menggunakan galvanis 80 mikron ke atas.

Bagaimana pergeseran ke PJU Solar Cell mempengaruhi spesifikasi tiang?

Perubahan menuju energi terbarukan membuat banyak proyek Situbondo beralih ke solar cell.

Dampaknya pada spesifikasi tiang:

  • Harus lebih stabil karena panel 150–300 Wp memberi tekanan angin lebih besar

  • Lengan tiang harus kuat menahan kontruksi panel

  • Baseplate harus lebih tebal agar tidak goyang

Mengapa banyak pemda mulai memilih tiang oktagonal SNI?

Karena:

  • Standar audit pemerintah semakin ketat

  • SNI memastikan kualitas material

  • Dokumen pengadaan membutuhkan TKDN

  • Mempermudah proses verifikasi proyek

👉 Konsultasi pengadaan & RAB proyek Anda di DBSN (CTA)Hubungi kami

FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (People Also Ask)

1. Berapa harga tiang PJU oktagonal di Situbondo?

Harga tiang PJU oktagonal di Situbondo mulai dari Rp 3.000.000 – Rp 7.200.000 untuk single arm dan Rp 3.800.000 – Rp 8.000.000 untuk double arm. Harga menyesuaikan tinggi tiang (6–12 meter), galvanisasi hot-dip, dan material SPHC/SS400. Harga lebih akurat bisa diperoleh melalui penawaran resmi DBSN.


2. Apakah tiang PJU oktagonal cocok untuk PJU solar cell?

Ya. Tiang oktagonal slip-joint sangat cocok untuk PJU solar cell yang menggunakan panel 150–300 Wp dan baterai lithium. Struktur oktagonal lebih stabil terhadap tekanan angin, sementara galvanisasi 75–85 mikron mencegah korosi di wilayah pesisir Situbondo.


3. Apa kelebihan tiang PJU galvanis hot-dip?

Kelebihannya antara lain:

  • Tahan karat 20–30 tahun

  • Lapisan galvanis 75–85 mikron

  • Lebih kuat untuk cuaca pesisir

  • Perawatan sangat minimal

  • Ideal untuk PJU LED maupun solar cell

Hot-dip galvanis jauh lebih tahan lama dibanding elektroplating biasa.


4. Mengapa proyek Situbondo harus menggunakan tiang berstandar SNI?

Standar SNI memastikan kekuatan struktur, ketebalan material, dan mutu galvanisasi sudah memenuhi persyaratan Dishub dan PUPR. SNI juga sangat penting untuk audit proyek pemerintah, pengadaan Pemdes, dan proyek jalan kabupaten.


5. Apa saja ukuran tiang PJU oktagonal untuk proyek Pemda Situbondo?

Ukuran umum yang digunakan:

  • 6–7 meter untuk jalan desa

  • 8–9 meter untuk jalan kecamatan

  • 10–12 meter untuk jalan kabupaten dan kawasan industri

Setiap ukuran sudah dilengkapi baseplate, anchor bolt, dan slip-joint.


6. Berapa biaya pemasangan 1 titik PJU di Situbondo?

Biaya per titik PJU berkisar Rp 5.800.000 – Rp 9.000.000, tergantung jenis lampu (LED atau solar cell), tinggi tiang, biaya pondasi, dan transportasi dari Surabaya ke Situbondo.


7. Apa perbedaan tiang PJU single arm dan double arm?

Single arm memiliki satu lengan lampu, sedangkan double arm memiliki dua lengan kanan–kiri. Tiang double arm lebih mahal sekitar Rp 800.000 karena struktur lengan harus diperkuat untuk menahan dua beban lampu sekaligus.


8. Apakah DBSN melayani pengiriman tiang PJU ke Situbondo?

Ya, DBSN melayani pengiriman cepat dari gudang Surabaya, dengan estimasi pengiriman 1 hari. Stok selalu ready untuk ukuran 7m–10m sehingga cocok untuk proyek yang mengejar deadline.


9. Apakah DBSN memiliki sertifikat SNI dan TKDN?

DBSN menyediakan dokumen lengkap: SNI, TKDN, ISO, dan hasil uji material, sehingga aman digunakan untuk proyek APBD, APBDes, pengadaan BUMN, maupun pekerjaan kontraktor listrik.


10. Bagaimana cara mendapatkan RAB atau spesifikasi lengkap untuk proyek PJU?

Anda dapat meminta RAB, katalog PDF, dan spesifikasi teknis resmi DBSN yang sesuai standar Dishub Situbondo. Dokumen dapat digunakan langsung untuk penyusunan pengadaan Pemdes atau proposal kontraktor.


👉 Ingin mendapatkan penawaran resmi, katalog PDF, atau konsultasi proyek Situbondo? Hubungi Admin DBSN sekarang!Hubungi kami