Drawing PLTS On Grid 50 kWp: Skema Instalasi dan Alur Kerja Sistem
Drawing PLTS On Grid 50 kWp merupakan gambar teknik yang menjelaskan hubungan antara panel surya, perangkat proteksi, inverter, panel distribusi, beban gedung, dan jaringan PLN. Drawing ini membantu pemilik proyek, kontraktor, teknisi, serta tim engineering memahami aliran energi sebelum sistem dipasang.
Konfigurasi yang dibahas menggunakan 100 unit panel surya berkapasitas 550 Wp. Dengan demikian, kapasitas total array panel mencapai 55.000 Wp atau 55 kWp pada sisi DC. Energi tersebut dikonversi menggunakan inverter On Grid tiga fasa berkapasitas 50 kW pada sisi AC.
Dalam praktiknya, penyebutan PLTS On Grid 50 kWp sering digunakan untuk menggambarkan kelas sistem berdasarkan kapasitas inverter 50 kW. Namun, secara teknis, konfigurasi ini memiliki kapasitas panel sebesar 55 kWp DC dan kapasitas inverter sebesar 50 kW AC.
Drawing yang baik bukan sekadar gambar yang menunjukkan posisi perangkat. Dokumen ini juga menjelaskan pembagian string panel, arah aliran listrik, titik pemutusan, jenis proteksi, sistem grounding, serta titik interkoneksi dengan instalasi listrik existing.
Apa Itu Drawing PLTS On Grid 50 kWp?
Drawing PLTS On Grid adalah gambar teknik yang menunjukkan hubungan kelistrikan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung dengan jaringan PLN.
Gambar tersebut biasanya dibuat dalam bentuk Single Line Diagram atau SLD. Single Line Diagram menyederhanakan rangkaian tiga fasa menjadi satu jalur utama agar hubungan antarkomponen lebih mudah dibaca.
Pada sistem PLTS On Grid 50 kW, drawing umumnya memperlihatkan alur berikut:
Array panel surya → String panel → Combiner box → Panel disconnect PV → Inverter On Grid → Panel distribusi AC → Meter EXIM → Panel existing → Beban gedung dan jaringan PLN
Setiap bagian mempunyai fungsi yang berbeda. Apabila satu komponen tidak dirancang dengan benar, kinerja dan keamanan seluruh sistem dapat terpengaruh.
Drawing juga menjadi dasar bagi beberapa pekerjaan, seperti:
- Perhitungan jumlah panel dalam satu string
- Pemilihan kabel DC dan AC
- Penentuan rating fuse dan breaker
- Penempatan Surge Protection Device
- Penentuan titik grounding
- Pengaturan input MPPT inverter
- Penentuan titik interkoneksi
- Pekerjaan instalasi dan commissioning
- Pemeriksaan serta pemeliharaan sistem
Drawing awal yang digunakan untuk presentasi kepada pengguna dapat dibuat lebih sederhana. Sementara itu, drawing konstruksi harus memuat informasi teknis yang lebih lengkap dan telah diverifikasi berdasarkan hasil survei.
Gambaran Umum Skema PLTS On Grid 50 kWp
Sistem PLTS On Grid menghasilkan energi listrik dari sinar matahari. Panel surya mengubah energi cahaya menjadi listrik arus searah atau DC.
Listrik DC dari sejumlah panel kemudian dikelompokkan dalam beberapa string. Setiap string diteruskan menuju combiner box atau langsung menuju input inverter, tergantung desain perangkat yang digunakan.
Sebelum masuk ke inverter, jalur DC melewati perangkat pemutus dan proteksi. Inverter kemudian mengubah listrik DC menjadi listrik AC tiga fasa yang sesuai dengan karakteristik jaringan gedung.
Keluaran inverter diteruskan menuju panel distribusi AC. Dari panel tersebut, listrik PLTS dihubungkan dengan panel utama atau Main Distribution Panel gedung.
Energi yang dihasilkan akan digunakan terlebih dahulu oleh peralatan yang sedang beroperasi. Ketika produksi PLTS lebih kecil daripada kebutuhan beban, kekurangan energi tetap dipenuhi oleh jaringan PLN.
Apabila produksi PLTS lebih besar daripada konsumsi gedung, kelebihan energi akan mengikuti konfigurasi interkoneksi. Sistem dapat menggunakan pengaturan zero export atau skema lain sesuai persetujuan teknis yang berlaku.
Susunan 100 Panel Surya 550 Wp
Komponen utama sistem adalah 100 unit panel surya dengan daya masing-masing 550 Wp.
Perhitungan kapasitasnya adalah:
100 panel × 550 Wp = 55.000 Wp atau 55 kWp DC
Satuan Wp atau watt-peak menunjukkan daya maksimum panel pada kondisi pengujian standar. Angka tersebut bukan berarti seluruh panel selalu menghasilkan 55 kW setiap saat.
Produksi aktual dipengaruhi oleh:
- Intensitas matahari
- Temperatur permukaan panel
- Arah pemasangan
- Sudut kemiringan
- Bayangan
- Kebersihan modul
- Rugi-rugi kabel
- Efisiensi inverter
- Kondisi jaringan listrik
Panel 550 Wp umumnya digunakan pada proyek komersial dan industri karena memiliki kapasitas besar per modul. Penggunaan panel berdaya tinggi dapat membantu mengurangi jumlah modul, konektor, clamp, dan titik sambungan dibandingkan penggunaan panel berkapasitas lebih kecil.
Namun, pemilihan panel tidak boleh hanya berdasarkan angka daya. Tim engineering juga perlu memeriksa tegangan terbuka, tegangan kerja, arus maksimum, efisiensi, dimensi, berat, koefisien temperatur, kemampuan menahan beban angin, serta kompatibilitasnya dengan inverter.
Pembagian String Panel Surya
Seratus panel surya tidak langsung disambungkan menjadi satu rangkaian. Panel dibagi menjadi beberapa kelompok yang disebut string.
Dalam satu string, beberapa panel dihubungkan secara seri. Sambungan seri akan meningkatkan tegangan total, sedangkan arus rangkaian mengikuti arus kerja panel.
Sebagai gambaran sederhana, jika satu panel mempunyai tegangan kerja tertentu, maka tegangan satu string merupakan hasil penjumlahan tegangan seluruh panel yang disusun secara seri.
Pembagian string harus disesuaikan dengan karakteristik inverter, terutama:
- Tegangan input maksimum
- Rentang tegangan MPPT
- Tegangan start inverter
- Arus maksimum setiap MPPT
- Arus hubung singkat maksimum
- Jumlah input string
- Jumlah MPPT
- Temperatur minimum lokasi
Jumlah panel per string tidak boleh ditentukan hanya dengan membagi 100 panel ke jumlah input inverter. Tegangan rangkaian terbuka atau Voc perlu dihitung pada temperatur terendah karena tegangan panel dapat meningkat ketika suhu menurun.
Apabila tegangan string melebihi batas maksimum inverter, perangkat dapat mengalami gangguan atau kerusakan. Sebaliknya, jika tegangan terlalu rendah, inverter mungkin tidak dapat mulai bekerja atau tidak berada pada rentang MPPT yang optimal.
Panel yang mempunyai orientasi atau kemiringan berbeda sebaiknya tidak ditempatkan dalam satu MPPT yang sama. Perbedaan arah dan bayangan dapat menyebabkan karakteristik produksi setiap kelompok panel tidak seragam.
Drawing final perlu menunjukkan:
- Nomor string
- Jumlah panel per string
- Polaritas positif dan negatif
- Jalur menuju combiner box
- Pembagian input MPPT
- Nomor input inverter
- Ukuran kabel
- Sistem proteksi setiap jalur
Fungsi String Combiner Box
String combiner box merupakan panel yang digunakan untuk menggabungkan beberapa string panel surya menjadi jalur keluaran yang lebih terorganisasi.
Komponen ini banyak digunakan ketika jumlah string cukup besar atau ketika inverter ditempatkan jauh dari area panel.
Di dalam combiner box dapat terdapat:
- Fuse untuk setiap string
- MCB DC
- Busbar positif dan negatif
- Surge Protection Device sisi DC
- Terminal kabel
- Grounding bar
- Perangkat monitoring string
- Pemutus utama DC
Fuse string melindungi panel dari kemungkinan arus balik yang berasal dari string lain. Kebutuhan fuse ditentukan berdasarkan jumlah string paralel, arus hubung singkat panel, serta rating maksimum fuse seri yang diizinkan produsen modul.
Combiner box juga membantu teknisi melakukan pemeriksaan setiap string. Ketika terjadi penurunan produksi, pengukuran dapat dilakukan untuk mengetahui string mana yang memiliki tegangan atau arus tidak normal.
Enclosure combiner box harus sesuai dengan lokasi pemasangan. Untuk area luar ruangan, box perlu memiliki perlindungan terhadap debu, air, kelembapan, sinar matahari, dan perubahan temperatur.
Tidak semua desain wajib menggunakan combiner box terpisah. Beberapa inverter memiliki banyak input string dan proteksi internal. Namun, keputusan untuk memasukkan string secara langsung ke inverter harus tetap berdasarkan evaluasi teknis, bukan semata-mata untuk mengurangi jumlah perangkat.
Panel Disconnect PV
Panel disconnect PV atau DC isolator digunakan untuk memutus aliran listrik dari array panel menuju inverter.
Fungsi utamanya adalah menyediakan titik isolasi yang aman ketika dilakukan:
- Pemeliharaan inverter
- Pemeriksaan kabel
- Penggantian komponen
- Pengujian sistem
- Penanganan gangguan
- Kondisi darurat
Perangkat pemutus pada sisi DC harus mempunyai rating tegangan dan arus yang sesuai. Breaker AC tidak dapat digunakan sembarangan untuk jalur DC karena karakteristik pemutusan busur listriknya berbeda.
Listrik DC tidak memiliki titik nol periodik seperti listrik AC. Oleh karena itu, busur listrik DC dapat bertahan lebih lama ketika kontak dibuka.
Panel disconnect dapat dilengkapi dengan:
- DC isolator
- MCB DC
- Fuse
- SPD DC
- Terminal positif dan negatif
- Grounding bar
- Label peringatan
- Indikator status
Lokasi panel harus mudah dijangkau untuk keperluan operasional, tetapi tetap terlindung dari gangguan fisik dan kondisi lingkungan.
Proteksi Surge pada Sisi DC
Surge Protection Device atau SPD digunakan untuk membatasi lonjakan tegangan yang dapat muncul akibat induksi petir atau proses switching.
Panel surya dipasang pada area terbuka sehingga kabel DC berpotensi menerima induksi dari kejadian petir di sekitar lokasi. Lonjakan tersebut dapat diteruskan menuju inverter apabila tidak tersedia koordinasi proteksi yang memadai.
SPD DC dipasang antara jalur positif, negatif, dan grounding sesuai konfigurasi sistem. Rating perangkat harus sesuai dengan tegangan maksimum array.
Kinerja SPD sangat dipengaruhi oleh jalur grounding. Kabel dari SPD menuju grounding sebaiknya dibuat pendek, lurus, dan tidak membentuk loop berlebihan.
SPD bukan pengganti penangkal petir. Sistem proteksi petir eksternal, grounding, bonding, dan SPD memiliki fungsi berbeda tetapi harus dirancang sebagai satu kesatuan.
Inverter On Grid 50 kW Tiga Fasa
Inverter merupakan pusat konversi energi pada sistem PLTS On Grid. Perangkat ini mengubah listrik DC dari panel menjadi listrik AC tiga fasa.
Inverter juga melakukan sinkronisasi terhadap tegangan, frekuensi, dan sudut fase jaringan listrik. Proses sinkronisasi diperlukan agar daya dari panel dapat disalurkan dengan aman ke instalasi gedung.
Inverter 50 kW biasanya mempunyai beberapa MPPT. Setiap MPPT dapat menerima satu atau lebih string sesuai kapasitas arus input.
Fungsi utama inverter meliputi:
- Mengubah listrik DC menjadi AC
- Menjalankan proses MPPT
- Memantau tegangan dan frekuensi jaringan
- Mengatur kualitas keluaran listrik
- Mendeteksi gangguan isolasi
- Menjalankan proteksi anti-islanding
- Merekam produksi energi
- Mengirim data ke sistem monitoring
Kapasitas array panel sebesar 55 kWp dipasangkan dengan inverter 50 kW sehingga rasio DC terhadap AC sekitar 1,1.
Konfigurasi ini membantu inverter menerima daya yang lebih optimal pada pagi, sore, atau kondisi radiasi sedang. Panel jarang menghasilkan daya nominal penuh secara terus-menerus karena terdapat pengaruh temperatur dan rugi-rugi sistem.
Walaupun demikian, kapasitas panel tidak boleh diperbesar tanpa memeriksa batas input inverter. Arus maksimum MPPT, tegangan maksimum, serta rekomendasi kapasitas PV dari produsen tetap menjadi dasar utama.
Fungsi Proteksi Anti-Islanding
Inverter On Grid memiliki fitur anti-islanding. Proteksi ini menghentikan operasi inverter ketika jaringan PLN padam atau berada di luar batas tegangan dan frekuensi yang diizinkan.
Fungsi tersebut menjaga agar jalur listrik tidak tetap bertegangan ketika petugas sedang melakukan pekerjaan pada jaringan.
Karena adanya anti-islanding, PLTS On Grid standar tidak dapat berfungsi sebagai sumber listrik cadangan saat PLN padam. Meskipun matahari sedang tersedia, inverter akan berhenti menyalurkan energi.
Untuk mendapatkan fungsi backup, sistem perlu menggunakan inverter hybrid, baterai, panel beban prioritas, serta perangkat pemisah jaringan yang sesuai.
Panel Distribusi AC
Setelah listrik DC dikonversi menjadi AC, daya keluaran inverter masuk ke panel distribusi AC.
Panel ini menjadi titik proteksi antara inverter dan panel listrik utama gedung. Drawing perlu menunjukkan kapasitas breaker, jalur fase, netral, grounding, dan titik interkoneksi.
Panel distribusi AC dapat berisi:
- MCCB atau MCB utama
- SPD AC
- Busbar tiga fasa
- Busbar netral
- Grounding bar
- Power meter
- Indikator tegangan
- Current transformer
- Relay proteksi
- Terminal kontrol
Rating breaker harus disesuaikan dengan arus keluaran inverter, ukuran kabel, dan kemampuan hubung singkat panel.
Panel juga harus diberi label yang menunjukkan bahwa terdapat sumber listrik dari PLTS. Label tersebut penting karena instalasi gedung menerima energi dari lebih dari satu arah.
Ketika breaker utama PLN dimatikan, teknisi harus mengetahui bahwa terdapat sistem pembangkit lain yang terhubung pada panel, meskipun inverter On Grid nantinya akan berhenti melalui fungsi anti-islanding.
Meter EXIM dan Interkoneksi PLN
Meter EXIM atau meter ekspor-impor digunakan untuk membaca aliran energi dalam dua arah.
Meter dapat mencatat:
- Energi yang diambil dari jaringan PLN
- Energi yang mengalir menuju jaringan
- Arah aliran daya
- Konsumsi dan produksi pada titik interkoneksi
Dalam drawing, meter ditempatkan di antara panel pelanggan dan jaringan PLN sesuai skema instalasi yang digunakan.
Perlu dibedakan antara meter PLN dan meter monitoring internal. Meter internal dapat dipasang untuk kebutuhan zero export, pemantauan beban, atau pengendalian inverter.
Keberadaan panel surya tidak otomatis berarti kelebihan daya dapat diekspor ke jaringan. Skema ekspor, penggunaan meter, kapasitas yang diizinkan, serta pengaturan inverter harus mengikuti persetujuan dan ketentuan yang berlaku.
Sistem Zero Export
Zero export merupakan pengaturan yang membatasi agar energi dari PLTS tidak mengalir keluar menuju jaringan PLN.
Sistem ini menggunakan meter atau sensor arus pada titik interkoneksi. Data konsumsi gedung dikirim kepada inverter atau controller.
Ketika produksi panel mendekati konsumsi beban, controller akan menyesuaikan keluaran inverter. Jika beban menurun, daya inverter juga diturunkan agar tidak terjadi ekspor.
Ketepatan sistem zero export dipengaruhi oleh:
- Posisi meter atau current transformer
- Arah pemasangan sensor
- Kecepatan komunikasi
- Pengaturan inverter
- Stabilitas jaringan
- Perubahan beban
- Kualitas commissioning
Drawing perlu menunjukkan posisi meter zero export secara jelas agar pembacaan energi mencakup seluruh beban yang ingin dikendalikan.
Hubungan PLTS dengan Panel Existing
Keluaran panel distribusi PLTS dihubungkan ke panel listrik existing. Titik koneksi dapat berada pada Main Distribution Panel atau panel lain sesuai hasil desain.
Sebelum interkoneksi dilakukan, tim engineering harus memeriksa:
- Kapasitas busbar
- Rating breaker utama
- Kapasitas transformator
- Ukuran kabel
- Kemampuan hubung singkat
- Sistem grounding
- Distribusi beban tiga fasa
- Ruang pemasangan breaker
- Kondisi panel
- Diagram listrik existing
Titik interkoneksi bukan hanya lokasi penyambungan kabel. Panel harus mampu menerima kontribusi daya dari inverter tanpa melampaui kapasitas busbar, kabel, maupun proteksi.
Kondisi panel lama juga perlu diperiksa. Sambungan longgar, busbar berkarat, ventilasi kurang baik, atau enclosure yang tidak memadai dapat menimbulkan masalah ketika sumber PLTS ditambahkan.
Alur Energi Menuju Beban Gedung dan PLN
Aliran energi pada PLTS On Grid berubah mengikuti produksi panel dan konsumsi gedung.
Ketika Produksi PLTS Lebih Rendah dari Beban
Seluruh energi dari panel digunakan oleh beban. Kekurangan energi dipenuhi oleh jaringan PLN.
Sebagai ilustrasi, ketika beban gedung membutuhkan 70 kW dan PLTS menghasilkan 30 kW, maka sebagian kebutuhan dipasok PLTS dan sisanya berasal dari PLN.
Ketika Produksi PLTS Mendekati Beban
Pengambilan energi dari jaringan dapat berkurang secara signifikan. Kondisi ini biasanya menjadi sasaran utama desain PLTS On Grid untuk fasilitas dengan aktivitas tinggi pada siang hari.
Ketika Produksi PLTS Lebih Besar dari Beban
Terdapat potensi energi mengalir menuju jaringan. Aliran tersebut dapat dibatasi menggunakan zero export atau diatur sesuai skema interkoneksi yang disetujui.
Karena beban gedung dan radiasi matahari selalu berubah, kondisi aliran energi juga dapat berubah dalam hitungan detik.
Grounding pada Drawing PLTS
Grounding menjadi bagian penting dalam drawing PLTS. Jalur pembumian harus ditampilkan secara jelas dan dibedakan dari jalur netral.
Bagian yang perlu dihubungkan dengan sistem grounding meliputi:
- Frame panel surya
- Rail dan struktur mounting
- Combiner box
- Panel disconnect
- Inverter
- Panel distribusi AC
- Enclosure logam
- SPD DC dan AC
Bonding memastikan bagian logam memiliki kontinuitas listrik yang baik. Jika terjadi gangguan isolasi, arus dapat dialirkan menuju grounding sehingga perangkat proteksi bekerja.
Sistem grounding PLTS harus dikoordinasikan dengan grounding existing dan sistem penangkal petir gedung.
Nilai tahanan grounding bukan satu-satunya indikator. Kualitas sambungan, ukuran kabel, korosi, panjang jalur, dan kontinuitas bonding juga menentukan efektivitas proteksi.
Perbedaan Single Line Diagram dan Layout PLTS
Single Line Diagram dan layout merupakan dua jenis drawing yang berbeda.
Single Line Diagram menunjukkan hubungan kelistrikan. Gambar ini menampilkan panel, inverter, breaker, kabel, meter, grounding, dan titik interkoneksi.
Layout menunjukkan posisi fisik perangkat. Gambar layout memperlihatkan letak panel di atap, jalur akses, posisi inverter, arah kabel, jarak antarbaris, dan lokasi panel distribusi.
SLD menjawab pertanyaan mengenai bagaimana perangkat dihubungkan. Layout menjawab pertanyaan mengenai di mana perangkat ditempatkan.
Proyek PLTS yang baik membutuhkan keduanya. Drawing kelistrikan tanpa layout tidak menjelaskan kondisi pemasangan. Sebaliknya, layout tanpa SLD tidak memberikan informasi mengenai proteksi dan hubungan sistem.
Data yang Dibutuhkan untuk Membuat Drawing Final
Drawing konstruksi harus dibuat berdasarkan data yang lengkap, antara lain:
- Datasheet panel surya
- Datasheet inverter
- Jumlah panel
- Dimensi modul
- Layout pemasangan
- Temperatur lokasi
- Jarak kabel DC
- Jarak kabel AC
- Lokasi combiner box
- Lokasi inverter
- Data panel existing
- Single Line Diagram existing
- Daya tersambung PLN
- Profil beban
- Kapasitas busbar
- Sistem grounding
- Sistem penangkal petir
- Kebutuhan zero export
- Persyaratan interkoneksi
Tanpa data tersebut, drawing hanya dapat digunakan sebagai gambar konsep awal dan belum layak menjadi dasar instalasi.
Tahapan Penyusunan Drawing PLTS On Grid 50 kWp
Penyusunan drawing biasanya dimulai dari pengumpulan data dan survei lokasi.
Tim kemudian membuat layout panel untuk mengetahui jumlah modul yang dapat dipasang. Setelah itu dilakukan perhitungan string dan pembagian MPPT.
Berikutnya, engineer menentukan ukuran kabel, perangkat combiner, DC disconnect, proteksi inverter, dan panel distribusi AC.
Panel existing diperiksa untuk menentukan titik interkoneksi yang aman. Apabila digunakan zero export, posisi meter dan sensor juga dimasukkan ke dalam gambar.
Setelah seluruh data tersedia, Single Line Diagram disusun dan diperiksa kembali. Drawing harus memastikan kapasitas setiap komponen saling sesuai.
Setelah instalasi selesai, drawing diperbarui menjadi as-built drawing. Dokumen ini menunjukkan kondisi sistem yang benar-benar terpasang di lapangan.
As-built drawing penting untuk pemeliharaan, perbaikan, pengembangan kapasitas, dan pemeriksaan di masa mendatang.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering ditemukan pada drawing PLTS meliputi:
- Jumlah panel tidak sesuai kapasitas total
- Pembagian string berada di luar rentang MPPT
- Polaritas DC tidak ditampilkan
- Ukuran kabel tidak dicantumkan
- Rating fuse dan breaker tidak jelas
- SPD tidak ditampilkan
- Grounding tidak digambar
- Jalur netral dan PE tidak dibedakan
- Titik interkoneksi tidak jelas
- Kapasitas busbar existing tidak diperiksa
- Meter EXIM dianggap otomatis tersedia
- Drawing tidak menggunakan legenda simbol
- Gambar tidak diperbarui setelah pemasangan
Drawing yang terlihat rapi belum tentu benar secara engineering. Keakuratan perhitungan, pemilihan proteksi, dan kesesuaian dengan kondisi lapangan jauh lebih penting daripada tampilan visual semata.
Manfaat Drawing bagi User dan Tim Engineering
Bagi pihak User, drawing membantu memahami komponen yang akan dipasang serta hubungan PLTS dengan instalasi existing. Gambar juga mempermudah evaluasi ruang lingkup penawaran.
Bagi tim engineering, drawing menjadi dasar perhitungan, pengadaan material, pemasangan, pengujian, dan commissioning.
Bagi teknisi pemeliharaan, drawing membantu menemukan titik pemutus, mengenali jalur kabel, memeriksa proteksi, dan menangani gangguan dengan lebih aman.
Dokumen yang lengkap juga mempermudah apabila sistem akan dikembangkan pada masa mendatang.
Konsultasi Drawing PLTS On Grid 50 kWp
Drawing PLTS On Grid 50 kWp membantu menjelaskan hubungan antara 100 unit panel surya 550 Wp, pembagian string, combiner box, panel disconnect PV, inverter On Grid 50 kW, panel distribusi AC, meter EXIM, panel existing, beban gedung, dan jaringan PLN.
Drawing konsep dapat digunakan untuk memberikan gambaran awal kepada calon pengguna. Namun, drawing konstruksi harus dibuat berdasarkan survei lokasi, datasheet perangkat, profil beban, kondisi struktur, panjang jalur kabel, serta kapasitas panel listrik existing.
PT Daya Berkah Sentosa Nusantara menyediakan konsultasi, pengadaan perangkat, penyusunan skema sistem, serta dukungan engineering untuk kebutuhan PLTS gedung, komersial, dan industri.
PT Daya Berkah Sentosa Nusantara
Pergudangan Kencana Trosobo Blok B7
Jl. Raya Trosobo KM 23, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur
Website: www.pjusolarcellindonesia.com