Fungsi Combiner Box dan Panel Disconnect pada PLTS On Grid 50 kWp

Fungsi Combiner Box dan Panel Disconnect pada PLTS On Grid 50 kWp

Combiner box PLTS On Grid merupakan bagian penting dalam pengaturan dan perlindungan jalur listrik DC yang berasal dari panel surya. Perangkat ini mengumpulkan beberapa string panel, menata jalur positif dan negatif, serta menyediakan ruang untuk fuse, Surge Protection Device, busbar, terminal, dan perangkat proteksi lainnya.

Pada sistem PLTS On Grid yang menggunakan 100 unit panel surya 550 Wp, total kapasitas array mencapai 55.000 Wp atau 55 kWp DC. Panel-panel tersebut dibagi menjadi beberapa string sebelum listriknya diteruskan menuju inverter On Grid tiga fasa berkapasitas 50 kW.

Selain combiner box, sistem juga dapat dilengkapi panel disconnect PV. Panel ini menyediakan titik pemutusan atau isolasi antara array panel surya dan inverter. Fungsinya sangat penting ketika dilakukan pemeriksaan, commissioning, perawatan, penggantian inverter, atau penanganan gangguan.

Combiner box dan panel disconnect sering dianggap sebagai perangkat yang sama karena keduanya berada pada sisi DC. Padahal, fungsi utamanya berbeda. Combiner box berfokus pada penggabungan dan perlindungan string, sedangkan panel disconnect berfungsi menyediakan pemutusan jalur DC utama.

Apa Itu Combiner Box PLTS On Grid?

Combiner box adalah panel penggabung yang menerima beberapa jalur string panel surya, kemudian meneruskannya ke inverter melalui satu atau beberapa jalur keluaran.

Setiap string merupakan kumpulan panel surya yang disusun secara seri. Susunan seri meningkatkan tegangan, sedangkan arus string mengikuti karakteristik arus satu modul.

Ketika jumlah string cukup banyak, setiap kabel positif dan negatif dari string dapat masuk ke combiner box. Jalur tersebut kemudian dihubungkan menuju busbar atau terminal keluaran sebelum diteruskan ke inverter.

Secara sederhana, aliran listriknya dapat digambarkan sebagai berikut:

Panel Surya → String Panel → Combiner Box → Panel Disconnect PV → Inverter On Grid → Panel Distribusi AC

Combiner box tidak menghasilkan atau meningkatkan daya listrik. Perangkat ini hanya mengatur, menggabungkan, melindungi, dan mempermudah pemeriksaan jalur DC.

Pada beberapa desain, string dapat langsung dihubungkan ke inverter tanpa combiner box terpisah. Hal ini dimungkinkan apabila inverter mempunyai jumlah input yang mencukupi dan telah dilengkapi proteksi internal yang sesuai.

Karena itu, combiner box tidak selalu menjadi perangkat wajib dalam setiap PLTS. Penggunaannya ditentukan berdasarkan jumlah string, kapasitas input inverter, kebutuhan fuse, panjang jalur kabel, kebutuhan monitoring, dan standar proyek.

Mengapa Sistem PLTS Menggunakan Combiner Box?

Pada sistem dengan banyak panel, kabel yang keluar dari array dapat terdiri dari beberapa pasang kabel positif dan negatif. Tanpa pengaturan yang baik, jalur tersebut akan sulit diperiksa, dilindungi, dan dipelihara.

Combiner box membantu mengelompokkan setiap string menjadi sistem yang lebih terstruktur.

Beberapa alasan penggunaan combiner box meliputi:

  • Jumlah string panel cukup banyak
  • Jarak array menuju inverter cukup panjang
  • Diperlukan fuse pada setiap string
  • Diperlukan perlindungan lonjakan tegangan sisi DC
  • Dibutuhkan titik penggabungan kabel yang terpusat
  • Dibutuhkan monitoring arus setiap string
  • Jumlah input inverter lebih sedikit daripada jumlah string
  • Dibutuhkan kemudahan pemeriksaan dan pemeliharaan

Pada instalasi rooftop yang luas, panel dapat terbagi dalam beberapa zona. Setiap zona bisa memiliki combiner box sendiri agar jalur kabel lebih pendek dan terorganisasi.

Namun, penempatan combiner box harus memperhatikan keamanan akses, kondisi cuaca, temperatur, kemungkinan genangan, jalur grounding, dan panjang kabel menuju inverter.

Posisi Combiner Box dalam Sistem PLTS On Grid

Energi dari panel surya masih berupa listrik arus searah atau DC. Listrik tersebut belum dapat langsung digunakan oleh beban gedung yang menggunakan listrik AC.

Alur kerja sederhananya adalah:

  1. Panel surya menerima cahaya matahari.
  2. Panel menghasilkan listrik DC.
  3. Beberapa panel disusun seri menjadi satu string.
  4. Beberapa string masuk ke combiner box.
  5. Jalur DC melewati disconnect atau isolator.
  6. Inverter mengubah listrik DC menjadi AC.
  7. Panel distribusi AC menghubungkan inverter dengan panel utama gedung.
  8. Energi digunakan oleh beban atau mengikuti skema interkoneksi yang berlaku.

Pada desain tertentu, combiner box dan panel disconnect dibuat dalam satu enclosure. Di dalam satu panel tersebut dapat terdapat fuse string, busbar, SPD, isolator utama, dan terminal keluaran.

Pada desain lain, keduanya dipisahkan. Combiner box ditempatkan dekat array panel, sedangkan panel disconnect dipasang dekat inverter agar teknisi dapat memutus sumber DC sebelum melakukan pekerjaan.

Pemilihan konfigurasi perlu mempertimbangkan kemudahan operasi dan keselamatan, bukan hanya jumlah perangkat.

Komponen di Dalam Combiner Box

Isi combiner box dapat berbeda pada setiap proyek. Perangkat yang digunakan harus menyesuaikan tegangan sistem, arus total, jumlah string, serta persyaratan proteksi.

Fuse String

Fuse string merupakan perangkat pengaman yang dipasang pada jalur setiap string jika diperlukan.

Fungsi utamanya adalah melindungi string dari arus balik yang berasal dari string lain yang terhubung secara paralel.

Panel surya pada dasarnya menghasilkan arus yang terbatas. Namun, apabila banyak string digabungkan dan salah satu string mengalami gangguan, string tersebut dapat menerima arus dari string-string lain.

Sebagai gambaran, jika satu string bermasalah sementara empat string lain tetap menghasilkan energi, arus dari empat string sehat dapat mengalir menuju jalur yang terganggu.

READ  DENGAN PLTS ON GRID TAGIHAN LISTRIK PERUSAHAAN AMAN

Arus balik potensial secara sederhana dapat diperkirakan melalui:

Arus balik potensial = jumlah string sehat × arus string

Fuse akan memutus jalur apabila arus melewati batas yang ditentukan.

Penentuan fuse harus mempertimbangkan:

  • Isc panel
  • Jumlah string paralel
  • Faktor koreksi arus
  • Maximum series fuse rating modul
  • Tegangan maksimum string
  • Kapasitas fuse holder
  • Standar desain yang digunakan

Fuse string tidak otomatis diperlukan pada semua konfigurasi. Jika hanya terdapat satu string pada satu input tanpa potensi arus balik dari string lain, kebutuhan fuse dapat berbeda.

Keputusan final harus mengacu pada datasheet panel, inverter, serta perhitungan engineering.

MCB atau Circuit Breaker DC

MCB DC digunakan untuk pemutusan dan proteksi pada rangkaian arus searah.

Walaupun bentuknya dapat menyerupai MCB AC, karakteristik pemutusannya berbeda. Arus DC tidak melewati titik nol alami seperti arus AC, sehingga busur listrik DC lebih sulit dipadamkan.

Karena itu, breaker yang digunakan harus mempunyai rating DC yang jelas.

Hal-hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Tegangan operasi DC
  • Arus nominal
  • Kemampuan pemutusan
  • Jumlah kutub
  • Arah polaritas jika ditentukan produsen
  • Kategori penggunaan
  • Temperatur kerja
  • Standar perangkat

MCB AC tidak boleh digunakan sembarangan pada jalur panel surya hanya karena rating arusnya terlihat sama. Rating 25 ampere pada perangkat AC tidak otomatis berarti perangkat tersebut dapat memutus tegangan DC tinggi secara aman.

Busbar Positif dan Negatif

Busbar digunakan untuk mengumpulkan arus dari beberapa string.

Jalur positif string dihubungkan ke busbar positif, sedangkan jalur negatif masuk ke busbar negatif. Dari busbar tersebut, arus diteruskan ke kabel keluaran menuju inverter.

Busbar harus memiliki kapasitas yang cukup untuk membawa total arus dari seluruh string.

Pemilihannya perlu mempertimbangkan:

  • Total arus operasi
  • Arus maksimum yang mungkin terjadi
  • Temperatur enclosure
  • Material konduktor
  • Ukuran penampang
  • Jarak isolasi
  • Sistem pemasangan
  • Kemungkinan korosi

Sambungan busbar harus dikencangkan dengan torsi yang sesuai. Terminal yang longgar dapat meningkatkan tahanan, menyebabkan panas, menurunkan efisiensi, dan meningkatkan risiko kerusakan.

Pada panel DC bertegangan tinggi, jarak antara busbar positif dan negatif juga harus cukup untuk mencegah flashover atau kegagalan isolasi.

Surge Protection Device DC

Surge Protection Device atau SPD DC berfungsi membatasi lonjakan tegangan yang dapat masuk melalui jalur panel surya.

Lonjakan tegangan dapat muncul akibat induksi petir atau aktivitas switching. Panel yang dipasang di area terbuka dan memiliki jalur kabel panjang lebih berpotensi menerima induksi dari kejadian petir di sekitar bangunan.

SPD mengalihkan energi lonjakan menuju sistem grounding sehingga tegangan yang diterima inverter dapat dibatasi.

Pemilihan SPD perlu memperhatikan:

  • Tegangan operasi maksimum
  • Tegangan maksimum array setelah koreksi temperatur
  • Jenis sistem DC
  • Kelas atau tipe SPD
  • Kapasitas pelepasan arus
  • Tingkat perlindungan tegangan
  • Sistem grounding
  • Koordinasi dengan SPD lain

Banyak SPD dilengkapi indikator kondisi. Indikator tersebut membantu teknisi mengetahui apakah modul proteksi masih berfungsi atau perlu diganti.

Jalur kabel dari SPD menuju grounding sebaiknya dibuat pendek dan lurus. Kabel yang terlalu panjang atau membentuk banyak belokan dapat meningkatkan impedansi dan mengurangi efektivitas perlindungan.

SPD bukan pengganti penangkal petir. Penangkal petir eksternal, grounding, bonding, dan SPD mempunyai fungsi berbeda, tetapi perlu dirancang secara terkoordinasi.

Terminal Positif dan Negatif

Terminal menyediakan titik terminasi yang rapi bagi kabel string dan kabel keluaran.

Dengan terminal yang diberi label, teknisi dapat mengidentifikasi setiap jalur tanpa harus membuka atau menelusuri seluruh kabel.

Label dapat menggunakan penamaan seperti:

  • PV String 01 Positive
  • PV String 01 Negative
  • PV String 02 Positive
  • PV String 02 Negative
  • DC Output Positive
  • DC Output Negative
  • Protective Earth

Terminal harus mempunyai rating tegangan dan arus yang sesuai. Ukurannya juga perlu mendukung luas penampang kabel yang digunakan.

Sambungan perlu diperiksa menggunakan torsi yang direkomendasikan. Crimping lug yang kurang baik dapat menjadi sumber panas meskipun ukuran kabel telah dipilih dengan benar.

Grounding Bar

Grounding bar menghubungkan bagian logam enclosure, SPD, dan perangkat lain ke sistem pembumian.

Pada sisi DC panel surya, jalur yang digunakan bukan fase, netral, dan grounding seperti pada sistem AC. Jalur utamanya adalah positif, negatif, dan protective earth.

Grounding bar perlu terhubung dengan:

  • Enclosure logam
  • Frame atau pintu panel jika diperlukan
  • SPD
  • Struktur pemasangan
  • Jalur grounding utama
  • Peralatan lain sesuai desain

Grounding tidak boleh hanya dipasang sebagai formalitas. Sistem pembumian harus mempunyai kontinuitas yang baik dan sambungan yang tahan terhadap korosi.

String Monitoring

Pada sistem yang lebih besar, combiner box dapat dilengkapi perangkat monitoring string.

Perangkat ini membaca arus dari setiap string dan mengirimkan data ke sistem monitoring. Jika salah satu string menghasilkan arus jauh lebih rendah, operator dapat lebih cepat mengetahui adanya gangguan.

Gangguan dapat disebabkan oleh:

  • Fuse putus
  • Konektor longgar
  • Kabel terputus
  • Panel terkena bayangan
  • Panel kotor
  • Kesalahan polaritas
  • Gangguan isolasi
  • Kerusakan modul

String monitoring tidak selalu diperlukan pada sistem sederhana. Namun, pada proyek yang luas dan memiliki banyak string, fitur ini dapat membantu mempercepat proses troubleshooting.

Apa Itu Panel Disconnect PV?

Panel disconnect PV adalah panel atau perangkat yang digunakan untuk mengisolasi sumber listrik DC dari array panel surya sebelum masuk ke inverter.

Panel surya tetap menghasilkan tegangan selama menerima cahaya. Mematikan inverter tidak selalu menghilangkan tegangan pada kabel yang berasal dari panel.

Karena itu, diperlukan titik pemutusan yang jelas agar teknisi dapat mengisolasi jalur tertentu sebelum bekerja.

Panel disconnect digunakan ketika:

  • Melakukan perawatan inverter
  • Mengganti komponen
  • Melakukan commissioning
  • Menguji kabel
  • Menangani gangguan
  • Melaksanakan inspeksi
  • Melakukan lockout tagout
  • Menghadapi kondisi darurat

Disconnect dapat berupa rotary isolator, circuit breaker DC, atau perangkat pemutus lain yang mempunyai rating sesuai sistem.

Lokasinya perlu mudah dijangkau dan diberi label yang jelas. Akan tetapi, perangkat juga perlu dilindungi dari akses orang yang tidak berwenang.

Perbedaan Combiner Box dan Panel Disconnect

Walaupun sama-sama berada pada sisi DC, combiner box dan panel disconnect memiliki fungsi utama yang berbeda.

Combiner Box Panel Disconnect PV
Menggabungkan beberapa string panel Memutus jalur DC utama
Memiliki beberapa input string Umumnya menerima jalur yang sudah digabung
Dapat dilengkapi fuse per string Umumnya memiliki isolator atau breaker utama
Dapat memiliki monitoring string Fokus pada isolasi dan pemutusan
Menata jalur positif dan negatif Menyediakan titik pemisahan sebelum inverter
Sering dipasang dekat array Sering dipasang dekat inverter atau area akses
READ  PENGERTIAN DAN CARA KERJA LISTRIK PANEL SURYA UNTUK RUMAH

Pada satu proyek, kedua fungsi dapat digabung dalam satu panel jika kapasitas, tata letak, dan sistem proteksinya memungkinkan.

Dalam enclosure gabungan, string masuk melalui fuse atau breaker, kemudian dihubungkan ke busbar dan SPD. Setelah itu, jalur melewati isolator utama sebelum keluar menuju inverter.

Penggabungan fungsi dapat mengurangi jumlah panel, tetapi tidak boleh mengurangi jarak isolasi, kemampuan pemutusan, atau kemudahan pemeliharaan.

Mengapa Pemutusan DC Membutuhkan Perangkat Khusus?

Pada arus AC, nilai arus melewati titik nol secara periodik. Kondisi tersebut membantu memadamkan busur listrik ketika kontak breaker dibuka.

Pada sistem DC, arus tidak memiliki titik nol alami. Busur dapat bertahan lebih lama dan memerlukan mekanisme pemadaman yang berbeda.

Karena itu, disconnect DC biasanya mempunyai:

  • Ruang pemutusan lebih besar
  • Jalur kontak khusus
  • Sistem pemadaman busur
  • Pengaturan kutub tertentu
  • Rating tegangan DC yang jelas
  • Konstruksi sesuai polaritas

Perangkat dengan tampilan fisik serupa belum tentu memiliki kemampuan pemutusan yang sama. Nameplate harus diperiksa untuk memastikan apakah perangkat memang dirancang untuk sistem DC.

Risiko penggunaan perangkat yang tidak sesuai meliputi:

  • Kontak terbakar
  • Busur listrik tidak terputus
  • Enclosure meleleh
  • Kerusakan isolasi
  • Gangguan inverter
  • Kebakaran panel

Penerapan pada Sistem 100 Panel Surya 550 Wp

Sistem yang dibahas menggunakan:

  • Jumlah panel: 100 unit
  • Daya per panel: 550 Wp
  • Total kapasitas: 55.000 Wp atau 55 kWp
  • Inverter: On Grid tiga fasa 50 kW

Sebagai ilustrasi, 100 panel dapat dibagi menjadi lima string dengan masing-masing 20 panel:

5 string × 20 panel = 100 panel

Jika satu panel mempunyai Vmp sekitar 41 volt, tegangan kerja satu string secara sederhana adalah:

20 × 41 V = sekitar 820 VDC

Jika arus kerja panel sekitar 13 ampere, arus satu string tetap sekitar 13 ampere.

Ketika lima string digabung secara paralel, arus total secara konseptual menjadi:

5 × 13 A = sekitar 65 A

Namun, konfigurasi ini tidak otomatis berarti seluruh string harus digabung dalam satu keluaran combiner. String dapat dibagi ke beberapa MPPT inverter sesuai jumlah input dan batas arus masing-masing MPPT.

Kelayakan lima string dengan 20 panel harus diperiksa berdasarkan:

  • Voc panel
  • Vmp panel
  • Isc panel
  • Imp panel
  • Koefisien temperatur
  • Temperatur minimum lokasi
  • Rentang MPPT inverter
  • Tegangan maksimum inverter
  • Arus maksimum MPPT
  • Arus hubung singkat maksimum MPPT
  • Jumlah input inverter

Apabila inverter memiliki lima input yang dapat menerima masing-masing string, koneksi langsung mungkin dapat dilakukan. Namun, kebutuhan fuse, SPD, titik disconnect, dan kemudahan pemeliharaan tetap harus dievaluasi.

Baca juga artikel Drawing PLTS On Grid 50 kWp untuk memahami posisi string, combiner box, disconnect, inverter, panel AC, dan titik interkoneksi dalam Single Line Diagram.

Cara Menentukan Rating Combiner Box

Pemilihan combiner box tidak cukup berdasarkan jumlah input. Seluruh perangkat di dalamnya harus sesuai dengan tegangan dan arus sistem.

Rating tegangan

Rating tegangan combiner box harus lebih tinggi atau sama dengan tegangan maksimum string setelah dilakukan koreksi temperatur.

Voc panel meningkat ketika temperatur turun. Karena itu, tegangan maksimum tidak boleh dihitung hanya dari Voc pada kondisi pengujian standar.

Perangkat yang harus mempunyai rating tegangan sesuai meliputi:

  • Fuse
  • Fuse holder
  • MCB DC
  • Isolator
  • SPD
  • Terminal
  • Busbar
  • Kabel
  • Cable gland
  • Enclosure dan isolasi internal

Jika sistem dirancang mendekati 1.000 VDC, seluruh perangkat harus mempunyai rating yang memadai untuk kondisi maksimum proyek.

Rating arus input

Setiap jalur input combiner harus mampu membawa arus satu string dengan faktor koreksi yang sesuai.

Arus input umumnya mengacu pada Isc panel, bukan hanya Imp. Penggunaan Isc memberikan dasar untuk memeriksa kondisi maksimum dan perangkat proteksi.

Rating arus keluaran

Kabel dan perangkat keluaran harus mampu membawa total arus string yang digabung.

Rumus dasarnya adalah:

Arus keluaran = jumlah string paralel × arus string

Jika terdapat lima string dan Isc setiap string sekitar 14 ampere:

5 × 14 A = sekitar 70 A

Nilai tersebut masih perlu dikalikan faktor koreksi sesuai standar desain.

Kemampuan hubung singkat

Breaker, fuse, busbar, dan terminal harus mampu menangani kondisi gangguan yang mungkin terjadi.

Kemampuan pemutusan harus dipilih berdasarkan karakteristik rangkaian, bukan hanya arus operasi normal.

Kapasitas enclosure

Enclosure harus menyediakan ruang yang cukup untuk:

  • Penempatan perangkat
  • Jarak antarpolaritas
  • Radius tekuk kabel
  • Sistem terminasi
  • Ventilasi
  • Pemeliharaan
  • Pelabelan
  • Penambahan jalur jika direncanakan

Panel yang terlalu padat dapat menyulitkan pemasangan dan meningkatkan temperatur di dalam enclosure.

Pemilihan Enclosure dan IP Rating

Combiner box dapat dipasang di dalam atau di luar ruangan. Jenis enclosure harus disesuaikan dengan kondisi tersebut.

Faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Paparan hujan
  • Debu
  • Kelembapan
  • Radiasi matahari
  • Temperatur
  • Korosi
  • Kondensasi
  • Serangga
  • Benturan mekanis

IP rating menunjukkan tingkat perlindungan enclosure.

Digit pertama menunjukkan perlindungan terhadap benda padat atau debu. Digit kedua menunjukkan perlindungan terhadap masuknya air.

Tidak ada satu IP rating yang otomatis cocok untuk semua proyek. Panel yang dipasang di ruangan listrik mempunyai kebutuhan berbeda dengan panel yang ditempatkan di rooftop terbuka.

Untuk area outdoor, enclosure juga perlu mempertimbangkan degradasi akibat sinar ultraviolet dan perubahan temperatur.

Lokasi Pemasangan Combiner Box

Penempatan combiner box memengaruhi panjang kabel, kemudahan inspeksi, dan keselamatan teknisi.

Lokasi yang baik seharusnya:

  • Dekat dengan kelompok string
  • Tidak berada di area genangan
  • Mudah dijangkau secara aman
  • Tidak terkena panas berlebihan
  • Terlindung dari benturan
  • Memiliki jalur kabel yang rapi
  • Memungkinkan koneksi grounding
  • Tidak menghalangi akses pemeliharaan
  • Memiliki ruang pembukaan pintu panel

Meletakkan combiner terlalu jauh dari array dapat meningkatkan kebutuhan kabel string. Sebaliknya, penempatan terlalu dekat ke tepi atap dapat membahayakan teknisi.

Jalur akses perlu dipikirkan sejak pembuatan layout PLTS, bukan setelah seluruh panel terpasang.

Kabel dan Konektor pada Combiner Box

Kabel input combiner berasal dari setiap string. Kabel output menuju inverter biasanya memiliki luas penampang lebih besar karena membawa arus gabungan.

Pemilihan kabel mempertimbangkan:

  • Arus operasi
  • Isc
  • Panjang jalur
  • Rugi tegangan
  • Temperatur
  • Metode pemasangan
  • Jumlah kabel dalam tray
  • Rating tegangan
  • Kondisi lingkungan

Kabel PV perlu tahan terhadap sinar ultraviolet, panas, kelembapan, ozon, dan kondisi luar ruangan.

Cable gland digunakan untuk menjaga kabel tetap kuat dan membantu mempertahankan tingkat perlindungan enclosure.

Pemasangan harus memperhatikan radius tekuk. Kabel yang ditekuk terlalu tajam dapat mengalami kerusakan mekanis atau memberikan tekanan pada terminal.

READ  Mengenal Apa Itu Solar Home System atau SHS

Terminal panas sering disebabkan oleh:

  • Torsi sambungan kurang
  • Lug tidak sesuai
  • Crimping buruk
  • Kabel terlalu kecil
  • Korosi
  • Arus melebihi kapasitas
  • Permukaan sambungan kotor

Penggunaan thermal imaging saat pemeliharaan dapat membantu menemukan sambungan yang mengalami kenaikan temperatur.

Grounding Combiner Box dan Panel Disconnect

Enclosure logam harus dihubungkan dengan sistem grounding. SPD juga memerlukan jalur pembumian yang baik agar dapat mengalihkan energi lonjakan.

Grounding combiner box perlu dikoordinasikan dengan:

  • Grounding struktur panel
  • Grounding inverter
  • Grounding panel distribusi AC
  • Grounding utama bangunan
  • Sistem penangkal petir
  • Bonding antarbagian logam

Jalur grounding SPD sebaiknya pendek dan tidak berbelok tajam. Semakin panjang kabel grounding, semakin besar impedansi yang dapat mengurangi kinerja SPD.

Frame panel dan rail mounting juga perlu memiliki kontinuitas bonding. Sambungan mekanis belum tentu secara otomatis menghasilkan hubungan listrik yang baik, terutama jika terdapat coating, anodizing, cat, atau korosi.

Hubungan Combiner Box, SPD, Grounding, dan Penangkal Petir

Keempat bagian ini saling berhubungan, tetapi tidak memiliki fungsi yang sama.

Penangkal petir eksternal

Sistem ini menangkap sambaran petir langsung dan menyalurkannya menuju grounding melalui down conductor.

Grounding

Grounding menyediakan jalur pembumian dan membantu menyamakan potensial bagian logam.

Bonding

Bonding menghubungkan berbagai bagian logam agar tidak terjadi perbedaan potensial yang berbahaya.

SPD

SPD membatasi lonjakan tegangan yang masuk melalui kabel daya atau sinyal.

Pemasangan SPD tanpa grounding yang baik tidak akan menghasilkan perlindungan optimal. Sebaliknya, grounding saja tidak cukup untuk membatasi lonjakan yang masuk ke terminal inverter.

Pada bangunan dengan penangkal petir, jalur kabel panel perlu mempertimbangkan jarak terhadap down conductor. Kedekatan yang tidak direncanakan dapat meningkatkan induksi saat terjadi sambaran.

Label dan Identifikasi Keselamatan

Setiap input dan output combiner box perlu diberi label.

Label yang dapat digunakan antara lain:

  • PV DC
  • Bahaya tegangan tinggi DC
  • PV String 01
  • PV String 02
  • Positive
  • Negative
  • DC Output
  • DC Disconnect
  • Protective Earth
  • Rating tegangan
  • Rating arus
  • Sumber tetap bertegangan saat terkena cahaya

Label membantu teknisi mengenali jalur, menghindari kesalahan polaritas, dan melakukan isolasi dengan benar.

Pada bagian dalam pintu panel dapat ditempel diagram sederhana yang menunjukkan hubungan string, fuse, busbar, SPD, dan disconnect.

Penomoran pada panel harus sama dengan penomoran pada drawing dan label kabel. Ketidaksesuaian antara drawing dan kondisi lapangan dapat menyulitkan troubleshooting.

Pengujian Combiner Box Sebelum Dioperasikan

Combiner box tidak boleh langsung diberi tegangan tanpa pemeriksaan.

Tahapan pengujian dapat meliputi:

  1. Memeriksa kondisi fisik enclosure.
  2. Memastikan rating perangkat sesuai desain.
  3. Memeriksa ukuran kabel.
  4. Memeriksa polaritas setiap string.
  5. Mengukur Voc setiap string.
  6. Membandingkan tegangan antarstring.
  7. Memeriksa tahanan isolasi.
  8. Memeriksa kontinuitas grounding.
  9. Memeriksa torsi terminal.
  10. Memastikan fuse memiliki rating yang benar.
  11. Menguji operasi isolator atau breaker.
  12. Memeriksa indikator SPD.
  13. Memastikan label telah terpasang.
  14. Menguji komunikasi monitoring jika tersedia.

Polaritas string harus diperiksa sebelum kabel digabung. Satu string dengan polaritas terbalik dapat menimbulkan gangguan serius ketika disambungkan ke busbar.

Nilai Voc antarstring dengan jumlah panel dan kondisi radiasi yang sama seharusnya relatif seragam. Perbedaan besar dapat menunjukkan panel terputus, konektor bermasalah, atau kesalahan wiring.

Pemeliharaan Combiner Box

Combiner box memerlukan pemeriksaan berkala meskipun tidak memiliki banyak bagian bergerak.

Pemeliharaan mencakup:

  • Memeriksa kebocoran air
  • Memeriksa debu dan kotoran
  • Memeriksa serangga
  • Memeriksa korosi
  • Memeriksa fuse
  • Memeriksa indikator SPD
  • Memeriksa isolator
  • Memeriksa torsi terminal
  • Memeriksa warna kabel dan busbar
  • Memeriksa grounding
  • Memeriksa label
  • Melakukan pengukuran termal
  • Membandingkan arus string

Jadwal pemeliharaan menyesuaikan kondisi lingkungan. Area industri, pantai, atau lokasi dengan kelembapan tinggi dapat membutuhkan pemeriksaan lebih sering.

SPD yang indikatornya menunjukkan kerusakan perlu diganti. Fuse putus tidak cukup hanya diganti tanpa mencari penyebabnya.

Gangguan yang Sering Terjadi pada Combiner Box

Fuse string putus

Fuse dapat putus akibat gangguan pada kabel, konektor, panel, atau arus balik. Penggantian harus dilakukan setelah penyebab gangguan ditemukan.

SPD rusak

SPD dapat mengalami penurunan fungsi setelah menerima lonjakan. Indikator visual perlu diperiksa secara berkala.

Terminal longgar

Sambungan longgar meningkatkan tahanan dan temperatur. Kondisi ini dapat dideteksi melalui inspeksi torsi atau thermal imaging.

Polaritas terbalik

Kesalahan polaritas dapat terjadi saat pemasangan atau perbaikan. Setiap string harus diuji sebelum digabungkan.

Air masuk ke enclosure

Kebocoran dapat berasal dari gland yang tidak rapat, seal pintu rusak, lubang kabel tidak tertutup, atau posisi panel yang salah.

Kabel terlalu panas

Pemanasan dapat disebabkan oleh ukuran kabel terlalu kecil, arus berlebih, torsi kurang, atau kondisi ventilasi buruk.

Korosi busbar

Korosi meningkatkan tahanan dan menurunkan kualitas sambungan. Material enclosure dan busbar harus sesuai dengan lingkungan pemasangan.

Gangguan isolasi

Kabel rusak, konektor basah, atau panel bermasalah dapat menyebabkan tahanan isolasi menurun dan memicu alarm inverter.

Kesalahan Umum dalam Desain Combiner Box

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

  • Menggunakan perangkat tanpa rating DC
  • Rating tegangan terlalu rendah
  • Tidak menghitung Voc pada temperatur minimum
  • Busbar terlalu kecil
  • Fuse tidak sesuai dengan modul
  • Tidak memperhitungkan arus balik
  • Menggunakan breaker AC
  • Tidak menyediakan SPD
  • Jalur grounding terlalu panjang
  • Terminal tidak diberi label
  • Enclosure tidak sesuai lingkungan
  • Ruang panel terlalu padat
  • Mencampur string dengan tegangan berbeda
  • Tidak menyediakan akses pemeliharaan
  • Tidak mencantumkan panel dalam Single Line Diagram
  • Tidak melakukan pengujian polaritas

Combiner box yang terlihat lengkap belum tentu aman. Banyaknya komponen di dalam panel bukan ukuran kualitas. Kesesuaian tegangan, arus, kemampuan pemutusan, tata letak, isolasi, dan grounding jauh lebih penting.

Hubungan Combiner Box dengan Drawing PLTS

Combiner box harus ditampilkan secara jelas pada Drawing PLTS On Grid 50 kWp atau Single Line Diagram.

Informasi yang sebaiknya dicantumkan meliputi:

  • Jumlah input string
  • Nomor string
  • Jumlah panel setiap string
  • Polaritas
  • Rating fuse
  • Rating busbar
  • Rating SPD
  • Rating disconnect
  • Ukuran kabel input
  • Ukuran kabel output
  • Grounding
  • Jalur menuju inverter

Selain pada SLD, lokasi fisik combiner box perlu ditampilkan pada layout.

Drawing konsep dapat menunjukkan fungsi utama perangkat. Drawing konstruksi harus memuat rating dan hubungan yang telah diverifikasi.

Setelah instalasi selesai, dokumen perlu diperbarui menjadi as-built drawing agar sesuai dengan kondisi terpasang.

Data yang Dibutuhkan untuk Desain Final

Desain combiner box memerlukan data berikut:

  • Jumlah panel
  • Jumlah string
  • Jumlah panel per string
  • Voc panel
  • Vmp panel
  • Isc panel
  • Imp panel
  • Koefisien temperatur
  • Temperatur minimum lokasi
  • Tegangan maksimum inverter
  • Rentang MPPT
  • Arus maksimum MPPT
  • Jumlah input inverter
  • Panjang kabel
  • Lokasi array
  • Lokasi inverter
  • Kebutuhan fuse
  • Kebutuhan monitoring
  • Sistem grounding
  • Kondisi indoor atau outdoor
  • Single Line Diagram
  • Standar proyek

Perubahan merek panel atau inverter dapat mengubah rating combiner box. Karena itu, fabrikasi panel sebaiknya dilakukan setelah perangkat utama dikonfirmasi.

Konsultasi Combiner Box PLTS On Grid

Combiner box PLTS On Grid berfungsi menggabungkan beberapa string panel surya, menempatkan perangkat proteksi, serta mempermudah pemeriksaan jalur DC. Panel disconnect PV menyediakan titik pemutusan yang memungkinkan array diisolasi dari inverter saat inspeksi, commissioning, perawatan, atau penanganan gangguan.

Pada sistem 100 panel surya 550 Wp dengan kapasitas array 55 kWp, konfigurasi combiner box harus menyesuaikan jumlah string, karakteristik panel, batas input inverter, arus paralel, tegangan maksimum, sistem grounding, dan kondisi lokasi pemasangan.

Desain yang tepat membantu menjaga keamanan inverter, kabel, panel surya, dan teknisi yang melakukan pekerjaan. Perangkat ber-rating DC, tata letak yang rapi, label yang konsisten, serta pengujian sebelum operasi menjadi bagian penting dari instalasi profesional.

PT Daya Berkah Sentosa Nusantara menyediakan konsultasi, penyusunan drawing, pengadaan perangkat proteksi, pembuatan combiner box, panel disconnect, dan dukungan engineering untuk PLTS On Grid komersial serta industri.

PT Daya Berkah Sentosa Nusantara
Pergudangan Kencana Trosobo Blok B7
Jl. Raya Trosobo KM 23, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur
Website: www.pjusolarcellindonesia.com

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Let's Chat!