Lampu PJU Tenaga Surya 3 in 1 120 Watt: Spesifikasi dan Perencanaan Sistem
Lampu PJU tenaga surya 3 in 1 120 watt merupakan sistem penerangan jalan dengan panel surya, baterai, dan lampu yang ditempatkan sebagai komponen terpisah. Konfigurasi ini memungkinkan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi disesuaikan dengan kebutuhan pencahayaan serta kondisi lokasi.

Untuk merencanakan sistem yang dapat bekerja dengan baik, pemilihan komponen perlu dimulai dari kebutuhan energi lampu. Daya 120 watt harus dihubungkan dengan durasi menyala, pola dimming, kapasitas baterai, dan kemampuan panel mengisi ulang energi setiap hari.
Artikel ini membahas konfigurasi awal menggunakan lampu SUN-GEM120, panel surya Trina Solar 630 Wp, dan baterai Ritar LiFePO4 25,6 V 200 Ah berdasarkan materi produk yang diberikan. Spesifikasi controller dan kesesuaian input driver lampu masih perlu dikonfirmasi sebelum konfigurasi menjadi paket final.
Catatan editorial: tautan internal di bawah menggunakan usulan URL artikel pendukung. Pastikan halaman tujuan tersedia sebelum artikel dipublikasikan.
Apa Itu Lampu PJU Tenaga Surya 3 in 1 120 Watt?
PJU tenaga surya 3 in 1 menggunakan tiga komponen utama yang ditempatkan terpisah:
- Panel surya, yang menghasilkan listrik dari energi matahari.
- Baterai, yang menyimpan energi untuk penggunaan malam hari.
- Lampu LED, yang menerangi jalan atau area sesuai desain pencahayaan.
Sistem juga membutuhkan solar charge controller, driver lampu yang sesuai, kabel, proteksi listrik, bracket, tempat baterai, dan struktur penyangga.
Pada siang hari, panel menghasilkan listrik yang dialirkan melalui controller untuk mengisi baterai. Pada malam hari, energi baterai digunakan untuk menyalakan lampu mengikuti pengaturan operasi.
Pemisahan komponen memberikan keleluasaan dalam penempatan. Panel dapat diarahkan untuk memperoleh paparan matahari, sedangkan lampu diarahkan mengikuti geometri jalan. Penempatan baterai dapat disesuaikan dengan kebutuhan keamanan, akses perawatan, dan perlindungan lingkungan.
Namun, susunan terpisah membutuhkan perencanaan kabel dan sambungan yang baik. Panjang kabel, ukuran penampang, kualitas konektor, serta posisi kotak baterai berpengaruh terhadap rugi tegangan dan kemudahan pemeliharaan.
Spesifikasi Lampu PJU LED SUN-GEM120
Lampu merupakan komponen yang menentukan kebutuhan energi sekaligus karakter pencahayaan. Berdasarkan materi produk yang diberikan, SUN-GEM120 memiliki spesifikasi berikut.
| Parameter | Spesifikasi pada materi produk |
|---|---|
| Model | SUN-GEM120 |
| Daya | 120 W |
| Fluks cahaya | 20.400 lumen |
| Efikasi | 170 lm/W |
| Chip LED | Lumileds SMD5050 |
| Distribusi cahaya | Bat Wing |
| Temperatur warna | 2.800–6.500 K |
| CRI | >70 |
| Perlindungan | IP66 dan IK10 |
| Material rumah lampu | Die-casting aluminium |
| Diameter dudukan | 60 mm |
| Rentang ketinggian pemasangan | 6–12 meter, mengikuti hasil perencanaan |
| Umur pakai LED tercantum | Minimum 80.000 jam |
| Garansi tercantum | 5 tahun, mengikuti cakupan dan ketentuan produk |
Secara aritmetika, hubungan daya dan efikasi pada materi tersebut adalah:
120 W × 170 lm/W = 20.400 lumen.
Angka ini merupakan fluks cahaya yang tercantum pada materi produk. Untuk kebutuhan proyek, nilai tersebut sebaiknya didukung laporan pengujian dan berkas fotometrik dari varian lampu yang akan dipasok.
Distribusi cahaya Bat Wing perlu dinilai melalui pola intensitas cahayanya. Bentuk distribusi tersebut membantu perencana mengatur penyebaran cahaya, tetapi kesesuaiannya tetap bergantung pada lebar jalan, posisi tiang, sudut lampu, dan jarak antartitik.
Pastikan kesesuaian input lampu
Materi SUN-GEM120 mencantumkan faktor daya dan THD, yang berkaitan dengan karakter suplai AC. Karena sumber energi paket ini berupa baterai DC, tegangan input dan jenis driver perlu diperiksa.
Jika lampu menggunakan input AC, baterai tidak dapat langsung dihubungkan ke lampu tersebut. Sistem memerlukan konversi daya yang sesuai atau penggunaan varian driver DC yang kompatibel. Pilihan ini akan memengaruhi konsumsi energi, komponen proteksi, dan efisiensi keseluruhan.
Daya yang dipakai dalam perhitungan akhir harus merupakan daya aktual yang diambil dari sistem, termasuk kebutuhan driver dan perangkat tambahan.
Panel Surya Trina Solar 630 Wp sebagai Sumber Energi
Konfigurasi awal ini menggunakan satu panel Trina Solar seri TSM-NE19R dengan daya 630 Wp. Berdasarkan datasheet yang dilampirkan, spesifikasi varian 630 Wp adalah sebagai berikut.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Daya maksimum pada STC | 630 Wp |
| Teknologi sel | N-type i-TOPCon monocrystalline |
| Tegangan daya maksimum, Vmp | 42,00 V |
| Arus daya maksimum, Imp | 15,01 A |
| Tegangan rangkaian terbuka, Voc | 50,30 V |
| Arus hubung singkat, Isc | 15,94 A |
| Efisiensi modul | 23,3% |
| Dimensi | 2.382 × 1.134 × 30 mm |
| Berat | 27,9 kg |
Daya 630 Wp merupakan nilai pengujian pada kondisi STC. Di lapangan, produksi panel berubah mengikuti penyinaran, suhu sel, bayangan, kebersihan permukaan, dan rugi kelistrikan.
Karena itu, panel 630 Wp tidak boleh diasumsikan menghasilkan daya 630 watt sepanjang siang. Penilaian kecukupan panel menggunakan estimasi energi harian dalam Wh, kemudian dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan sistem.
Untuk simulasi awal, gunakan asumsi:
- Kapasitas panel: 630 Wp.
- Jam matahari puncak: 4 jam per hari.
- Faktor hasil sistem: 75%.
Perkiraan energi harian:
630 Wp × 4 jam × 75% = 1.890 Wh/hari.
Angka 1.890 Wh merupakan hasil ilustrasi dengan asumsi tersebut. Perencanaan proyek perlu menggunakan data penyinaran lokasi, terutama untuk bulan dengan produksi terendah, serta definisi rugi sistem yang konsisten.
Panel ini juga memiliki luas sekitar 2,70 m² dan berat 27,9 kg. Ukuran tersebut perlu diperhitungkan ketika merancang bracket dan struktur tiang.
Pembahasan tahapan penentuan kapasitas panel dapat dilanjutkan melalui artikel cara menghitung panel surya untuk PJU 120 watt.
Baterai LiFePO4 25,6 V 200 Ah untuk Penyimpanan Energi
Baterai menyimpan energi agar lampu dapat beroperasi ketika panel tidak menghasilkan listrik. Kapasitasnya perlu dilihat dalam satuan energi, bukan hanya Ah.
Pada konfigurasi awal ini, baterai memiliki tegangan nominal 25,6 V dan kapasitas 200 Ah. Energi nominalnya dihitung sebagai berikut:
Energi nominal = tegangan nominal × kapasitas
25,6 V × 200 Ah = 5.120 Wh atau 5,12 kWh.
Energi nominal tersebut belum sama dengan energi yang dapat digunakan oleh lampu. Perhitungan perlu mempertimbangkan batas pengosongan baterai, pengaturan BMS, rugi penyaluran, suhu, dan penurunan kapasitas selama pemakaian.
Menghitung energi yang dapat digunakan
Sebagai ilustrasi, gunakan asumsi kedalaman pengosongan atau DoD sebesar 80%:
5.120 Wh × 80% = 4.096 Wh.
Jika diasumsikan efisiensi penyaluran energi dari baterai ke beban sebesar 90%, maka:
4.096 Wh × 90% = 3.686,4 Wh.
Dalam ilustrasi ini, energi yang tersedia ke beban sekitar 3.686 Wh.
DoD 80% dan efisiensi 90% adalah asumsi perhitungan. Nilai final harus mengikuti spesifikasi baterai, arsitektur driver, controller, serta rugi kabel yang digunakan.
Peran BMS pada baterai
Materi baterai Ritar yang dilampirkan menyebutkan penggunaan sel LiFePO4 prismatik dan BMS terintegrasi. Proteksi yang tercantum meliputi tegangan berlebih atau rendah, suhu tinggi atau rendah, serta hubung singkat.
BMS tetap perlu dipadukan dengan controller yang memiliki pengaturan pengisian sesuai baterai. Batas tegangan, arus pengisian, dan pemutusan beban harus dikoordinasikan agar sistem tidak mengandalkan pemutusan darurat BMS dalam operasi rutin.
Untuk perhitungan lebih terperinci, baca ketahanan baterai PJU 25,6 V 200 Ah.
Berapa Lama Lampu PJU 120 Watt Dapat Menyala?
Durasi operasi ditentukan oleh energi yang tersedia dan daya aktual beban. Untuk lampu 120 watt yang menyala selama 12 jam pada daya penuh:
120 W × 12 jam = 1.440 Wh per malam.
Dengan energi ke beban sekitar 3.686 Wh dari simulasi sebelumnya:
3.686,4 Wh ÷ 120 W = sekitar 30,7 jam.
Jika durasi operasi setiap malam adalah 12 jam:
30,7 jam ÷ 12 jam = sekitar 2,56 malam.
| Komponen perhitungan | Hasil ilustrasi |
|---|---|
| Daya lampu | 120 W |
| Durasi operasi | 12 jam/malam |
| Kebutuhan energi lampu | 1.440 Wh/malam |
| Energi nominal baterai | 5.120 Wh |
| Energi setelah asumsi DoD 80% | 4.096 Wh |
| Energi ke beban setelah asumsi efisiensi 90% | Sekitar 3.686 Wh |
| Durasi operasi tanpa pengisian tambahan | Sekitar 30,7 jam |
| Setara malam operasi 12 jam | Sekitar 2,56 malam |
Simulasi dimulai dari baterai penuh dan tidak memasukkan pengisian tambahan. Hasil ini juga belum menjadi jaminan cadangan operasi karena konsumsi perangkat tambahan, temperatur, kondisi baterai, dan pengaturan sistem perlu dimasukkan dalam perhitungan final.
Bagaimana pengaruh dimming?
Dimming menurunkan daya lampu pada jam tertentu. Sebagai ilustrasi:
| Periode operasi | Daya lampu asumsi | Durasi | Energi |
|---|---|---|---|
| Awal malam | 120 W | 5 jam | 600 Wh |
| Tengah hingga akhir malam | 60 W | 7 jam | 420 Wh |
| Total | 12 jam | 1.020 Wh |
Perhitungan ini mengasumsikan daya aktual pada periode redup sebesar 60 watt. Persentase pengaturan dimming belum tentu sama persis dengan persentase daya listrik atau keluaran cahaya.
Pengurangan daya juga mengubah tingkat penerangan jalan. Jadwal dimming harus tetap mempertimbangkan aktivitas pengguna jalan dan kebutuhan pencahayaan.
Apakah Panel 630 Wp Cukup untuk Lampu 120 Watt?
Dalam simulasi awal, produksi panel sebesar 1.890 Wh per hari lebih tinggi daripada kebutuhan energi lampu sebesar 1.440 Wh per malam. Selisih aritmetikanya:
1.890 Wh − 1.440 Wh = 450 Wh per hari.
Namun, kedua nilai harus dibandingkan pada batas energi yang sama. Apabila faktor hasil panel belum mencakup seluruh rugi pengisian, penyimpanan, dan penyaluran ke lampu, rugi tersebut masih harus dihitung.
Selain memenuhi kebutuhan malam berikutnya, panel juga perlu mengembalikan energi yang terpakai selama periode penyinaran rendah. Jika cadangan baterai terkuras beberapa malam, kelebihan produksi harian yang kecil dapat membuat pemulihan berlangsung lama.
Karena itu, kelayakan panel 630 Wp perlu diperiksa berdasarkan:
- Penyinaran pada lokasi dan bulan kritis.
- Durasi lampu menyala dan jadwal dimming.
- Konsumsi aktual seluruh perangkat.
- Target cadangan operasi.
- Waktu pemulihan baterai yang diinginkan.
- Bayangan dan keterbatasan orientasi panel.
Memilih Solar Charge Controller yang Sesuai
Controller mengatur pemindahan energi dari panel ke baterai. Pada sistem ini, MPPT dapat dipertimbangkan, dengan spesifikasi akhir mengikuti panel dan baterai yang dipakai.
Parameter yang perlu diperiksa mencakup batas tegangan input PV, rentang kerja MPPT, arus hubung singkat yang diizinkan, arus keluaran pengisian, serta dukungan profil LiFePO4.
Sebagai gambaran awal, pembagian daya panel dengan tegangan nominal baterai menghasilkan:
630 W ÷ 25,6 V = sekitar 24,6 A.
Hasil tersebut hanya pendekatan awal. Arus nyata berubah mengikuti tegangan pengisian, daya panel, dan efisiensi controller. Pemilihan rating juga harus memenuhi ketentuan produsen.
Voc panel sebesar 50,30 V perlu diperiksa terhadap batas input controller setelah memperhitungkan pengaruh suhu terendah desain. Kapasitas terminal beban controller juga harus memadai jika digunakan untuk memasok lampu.
Pelajari parameter pemilihannya melalui artikel solar charge controller untuk PJU tenaga surya 120 watt.
Menentukan Tinggi Tiang dan Jarak Pemasangan
Materi SUN-GEM120 mencantumkan rentang pemasangan 6–12 meter. Pemilihan tinggi dalam rentang tersebut harus mengikuti kebutuhan proyek.
Ketinggian pemasangan tidak mengubah lumen sumber cahaya secara otomatis. Akan tetapi, ketinggian mengubah distribusi cahaya yang mencapai permukaan jalan, sehingga memengaruhi lux dan keseragaman.
Perbedaan lumen dan lux
Lumen menyatakan total fluks cahaya, sedangkan lux menyatakan fluks cahaya yang diterima per satuan luas permukaan.
Lampu dengan keluaran tercantum 20.400 lumen tidak dapat langsung dinyatakan menghasilkan nilai lux tertentu di jalan. Penilaiannya membutuhkan data distribusi cahaya, geometri pemasangan, dan kondisi permukaan yang diterangi.
Simulasi fotometrik perlu mempertimbangkan lebar jalan, tinggi tiang, panjang lengan, kemiringan lampu, susunan titik, faktor pemeliharaan, serta berkas IES/LDT.
Penjelasan lebih lanjut tersedia pada artikel perbedaan lumen dan lux lampu PJU 120 watt.
Kekuatan tiang dan pondasi
Selain menopang lampu, struktur harus menahan panel, bracket, kabel, dan komponen lain yang terpasang. Luas panel berpengaruh terhadap beban angin dan momen pada tiang.
Pemilihan dimensi tiang, ketebalan, sambungan, base plate, angkur, dan pondasi harus mengikuti perhitungan struktur serta kondisi tanah. Penempatan baterai juga perlu memperhatikan berat aktual, keamanan, akses servis, dan perlindungan terhadap air.
Untuk pembahasan tata letak, baca menentukan tinggi tiang dan jarak PJU tenaga surya 120 watt.
Keunggulan Sistem PJU Tenaga Surya 3 in 1
Konfigurasi terpisah memberikan keleluasaan saat menyesuaikan sistem dengan kebutuhan lokasi. Kapasitas panel dan baterai dapat direncanakan berdasarkan beban serta target cadangan operasi.
Arah panel juga dapat diatur secara terpisah dari arah lampu. Hal ini membantu ketika posisi pencahayaan yang dibutuhkan berbeda dengan orientasi panel yang memungkinkan.
Dalam pemeliharaan, komponen dapat diperiksa dan diganti sesuai kebutuhan. Namun, kemudahan tersebut bergantung pada akses pemasangan, ketersediaan komponen pengganti, serta dokumentasi kelistrikan.
Perencanaan yang baik perlu mencakup penandaan kabel, pengamanan sambungan, akses kotak baterai, dan pencatatan parameter controller. Dengan demikian, pemeriksaan gangguan dapat dilakukan lebih terarah.
Data yang Dibutuhkan Sebelum Memesan Paket
Agar penawaran sesuai kebutuhan, calon pengguna perlu menyiapkan informasi berikut.
| Data proyek | Kegunaan |
|---|---|
| Lokasi dan koordinat | Menilai penyinaran dan lingkungan pemasangan |
| Lebar serta panjang jalan | Menyusun kebutuhan pencahayaan |
| Jumlah titik rencana | Menentukan volume awal |
| Jam operasi | Menghitung konsumsi energi |
| Kebutuhan dimming | Menyusun profil beban malam hari |
| Target cadangan operasi | Menentukan kapasitas penyimpanan |
| Kondisi bayangan dan tanah | Mendukung desain panel serta pondasi |
| Kebutuhan SNI/TKDN | Menentukan dokumen yang perlu diverifikasi |
| Cakupan pekerjaan | Memisahkan pengadaan, pengiriman, dan pemasangan |
Status SNI atau TKDN harus mengikuti dokumen komponen yang ditawarkan. Demikian pula, garansi lampu pada materi produk perlu dibedakan dari garansi panel, baterai, controller, dan pekerjaan pemasangan.
FAQ Lampu PJU Tenaga Surya 3 in 1 120 Watt
Berapa lumen lampu SUN-GEM120?
Materi produk mencantumkan 20.400 lumen dengan efikasi 170 lm/W. Untuk perencanaan proyek, gunakan data pengujian dan fotometri dari varian yang akan dipasok.
Berapa kebutuhan energi untuk menyala 12 jam?
Pada daya tetap 120 watt, kebutuhan energi lampu adalah 1.440 Wh per malam. Konsumsi perangkat tambahan dan rugi sistem perlu diperhitungkan secara terpisah.
Apakah baterai 25,6 V 200 Ah cukup untuk beberapa malam?
Simulasi dengan DoD 80% dan efisiensi penyaluran 90% menghasilkan sekitar 30,7 jam operasi pada beban 120 watt. Durasi aktual mengikuti kondisi baterai dan sistem.
Apakah panel 630 Wp selalu mencukupi?
Kecukupannya bergantung pada penyinaran lokasi, rugi sistem, jadwal operasi, dan target pemulihan baterai. Produksi pada bulan kritis perlu diperiksa sebelum menentukan kapasitas final.
Apakah SUN-GEM120 bisa langsung dipasang ke baterai?
Harus dipastikan terlebih dahulu tegangan input dan jenis drivernya. Lampu berinput AC memerlukan konversi daya yang sesuai atau varian driver DC yang kompatibel.
Berapa jarak antartiang yang tepat?
Jarak ditentukan melalui desain pencahayaan berdasarkan lebar jalan, tinggi pemasangan, distribusi cahaya, target lux, dan keseragaman.
Apakah garansi lampu berlaku untuk seluruh paket?
Garansi setiap komponen dapat berbeda. Cakupan, masa berlaku, pengecualian, dan prosedur klaim perlu dicantumkan dalam penawaran.
Konsultasi PJU Tenaga Surya 120 Watt Bersama DBSN Group
Perencanaan PJU tenaga surya 3 in 1 120 watt perlu menghubungkan kebutuhan pencahayaan dengan kemampuan panel dan baterai. Kesesuaian driver, pengaturan controller, struktur tiang, serta kondisi pemasangan menjadi bagian dari penentuan paket.
DBSN Group — PT Daya Berkah Sentosa Nusantara melayani pembahasan kebutuhan PJU tenaga surya untuk jalan desa, kawasan industri, lingkungan perumahan, dan area fasilitas umum.
Kirimkan lokasi proyek, ukuran jalan, jumlah titik, serta kebutuhan jam operasi untuk penyusunan konfigurasi dan penawaran yang sesuai.
Informasi produk dan konsultasi:
www.pjusolarcellindonesia.com